TARAKAN - Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mengambil langkah antisipasi terhadap kemungkinan masuknya virus Covid-19 varian Omicron di provinsi termuda ini. 

Menurut Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Kaltara Agust Suwandy, pihaknya sudah mengirimkan tujuh sampel kasus positif ke Balitbangkes Kemenkes untuk diperiksa.

Sampel tersebut berasal dari pekerja migran Indonesia (PMI) yang dideportasi Pemerintah Malaysia melalui Nunukan. Dari sampel tersebut, tiga di antaranya sudah keluar hasilnya. "Tiga sampel pertama itu telah diperiksa, tetapi tidak ada Omicron. Yang ada Delta, kalau Delta kan sudah varian lama ya. Empat sampel sedang proses," ujar Agust Suwandy kepada awak media, Kamis (30/12).

Diambilnya sampel PMI untuk diperiksa, menurut Agust Suwandy, karena Malaysia terlebih dulu terkonfirmasi varian Omicron.  "Jadi kemarin semua yang kita temukan dari luar negeri kebetulan PMI aja yang ada di Kaltara. Ada tujuh kasus yang positif kita kirim," bebernya.

Sebenarnya pihaknya bisa saja mengirim sampel yang lain kalau memang sesuai persyaratan. Dicontohkan Agust Suwandy, warga beberapa kali terkonfirmasi positif Covid-19.  Atau dari kasus yang penyebarannya terbilang cepat, sehingga banyak menularkan kontak erat. Misalnya dalam satu kantor langsung tertular semua. Hal ini dinilainya potensi varian baru. 

"Tetapi alhamdulillah belum ada sih, jadi yang baru kita kirim PMI aja," tuturnya. Menurut Agust Suwandy, pemeriksaan di Balitbangkes Kemenkes memakan waktu agak lama sekira dua mingguan. Karena sampel yang diperiksa dari seluruh Indonesia. (mrs/far/k16)