TANJUNG SELOR – Mesin Whole Genome Sequencing atau yang disebut WGS, merupakan alat yang digunakan untuk menguji sampel Covid-19. Mesin itu dapat mendeteksi varian baru Covid-19, seperti Omicron dibandingkan PCR (Polymerase Chain Reaction).

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga berencana untuk lakukan pengadaan mesin WGS untuk daerah di luar Jawa dan Bali. Informasi itupun dibenarkan Juru Bicara Satgas Penanganan Percepatan Covid-19 Kaltara Agust Suwandy. Rencananya tahun depan, mesin WGS sudah ada dan akan diberikan ke daerah yang berada di luar Jawa dan Bali. 

Namun, diakui Agust, belum tahu Kaltara mendapatkan WGS itu atau tidak. “Kita belum bisa pastikan, Kaltara dapat atau tidak. Kalau harapannya, Kaltara bisa dapat WGS itu karena sangat membantu,” ungkapnya, Selasa (28/12).

Jika Kaltara mendapatkan WGS itu, maka Rumah Sakit (RS) dr H Jusuf SK Tarakan yang paling memadai untuk penempatan dan pengoperasian mesin tersebut. Apalagi rumah sakit tersebut sangat layak, khususnya untuk regional Kalimantan. Terlebih lagi, berstatus sebagai laboratorium pembina.

Menurutnya, Kaltara akan sangat terbantu. Selama ini, sampel masih dikirim ke Litbangkes Jakarta. Waktu yang dibutuhkan untuk mengirim sampel dan mendapatkan hasilnya cukup lama. Sehingga, pihaknya kesulitan dalam mengambil tindakan penanganan pada pasien Covid-19.

“Yang kita ingin hasilnya bisa diterima segera. Sehingga yang terkena selama masih diisolasi, bisa ditingkatkan pengawasan hingga kontak eratnya. Karena lama, kita lakukan seperti biasa saja,” jelasnya. (fai/uno)