TANJUNG SELOR –Lima hari lagi, umat Nasrani akan merayakan Natal. Momentum keagamaan ini biasanya tingkat konsumsi meningkat dan dibarengi lonjakan harga bahan kebutuhan. 

Dalam upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok, serta keamanan pangan jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022. Kemarin (20/12) Bupati Bulungan Syarwani bersama Wakil Bupati Ingkong Ala serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Pasar Induk Tanjung Selor. 

Diakui Syarwani, memang ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan. Namun beberapa komoditas yang didatangkan dari luar Bulungan, ada yang naik Rp 1.000 dan Rp 5.000. Persoalan ini menyangkut alur distribusi yang memakan waktu dan tantangan. Karena sebagian besar ada yang mengambil dari Samarinda. Sehingga kondisi ini menyebabkan beberapa komoditi mengalami kenaikan harga. 

Demikian juga untuk cabai mengalami selisih harga. Ada yang jual Rp 110 ribu hingga Rp 120 ribu per kilogramnya. “Sidak ini bagian dari pantauan pasar, beberapa komoditas yang naik termasuk cabai,” jelas Syarwani. 

Tidak hanya harga dan ketersediaan komoditas barang. Demi kenyamanan dan keamanan konsumen di pasar pun menjadi perhatian penting bagi Bupati. “Untuk penataan, keamanan, dan kebersihan pasar butuh komitmen semua pihak. Saya mengajak para pedagang pasar untuk bersama-sama menjaga Pasar Induk ini,” harap Syarwani. 

Syarwani mengingatkan, agar pasar tidak menimbulkan kesan semrawut dan kumuh. Sehingga kenyamanan pasar ini sudah tidak ada lagi dan akhirnya pengunjung jadi malas datang. Hal ini pun tentu berdampak terhadap para pedagang. 

“Saya yakin jika kita bisa bersama-sama menata, menjaga kebersihan pasar ini. Maka, pengunjung pasar yang datang akan merasa nyaman. Penataan pasar ini tak hanya ditangani pemerintah daerah. Peran pedagang juga bisa menangani,” tutur Syarwani.

Selain lakukan sidak, Syarwani pun berkesempatan untuk meninjau lokasi bangunan baru di Pasar Induk. Gedung yang dibangun nantinya akan difungsikan untuk pedagang pasar buah. 

“Progres pembangunan gedung baru di akhir tahun ini dapat segera diselesaikan. Namun, mungkin masa kontraknya belum selesai dan pemkab masih menunggu. Tentu ini menjadi catatan dan evaluasi dari kementerian saat ditinjau beberapa hari lalu,” beber Syarwani.

Syarwani berpesan, agar Disperindagkop UMKM Bulungan mendata sesuai regulasi yang ada kepada pedagang buah, yang akan menempati bangunan baru itu. Sementara itu, mengenai lonjakan harga cabai, ditanggapi Plt Kepala Disperindagkop UMKM Bulungan Asmuni. 

Dia mengatakan, faktor lain harga cabai tidak stabil dan cenderung naik dikarenakan produksi petani terbatas. Harus diakui, akhir-akhir ini merupakan musim hujan. Sehingga berimbas pada kuantitas hasil cabai. 

“Produksinya terbatas, permintaan lumayan tinggi. Akibatnya harga naik, inikan hukum pasar,” jelas Asmuni. 

Menurut Asmuni, idealnya harga cabai ini tidak mencapai ratusan. Paling puluhan rupiah saja. Naiknya harga cabai bukan karena momentum hari besar keagamaan. Tapi, karena ketersediaan dari petani yang terbatas. (*/mts/uno)