VAKSINASI untuk anak usia 6-11 tahun sudah mulai dilaksanakan, sejak 14 Desember lalu. Antusias masyarakat yang cukup tinggi membuat pelaksanaan vaksinasi anak ini diperkirakan mencapai target secepatnya. 

Namun, ada beberapa hal yang masih dikhawatirkan, terkait Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Ketua Komisariat Daerah (Komda) KIPI Kaltara Franky Sientoro mengatakan, sebenarnya KIPI pada anak-anak tidak terlalu mengkhawatirkan. Sebagian besar pada anak relatif sehat. Namun, biasanya anak hanya merasa cemas dan khawatir sehingga ketakutan saat divaksin. 

“Kami imunisasi secara kelompok, klaster imunisasi sekolah. Anak-anak yang memiliki kelainan imunologi, kelainan tensi atau ginjal pasti sudah merasakan penyakit berat sejak awal,” jelasnya, Senin (20/12).

Menurutnya, anak-anak yang relatif lebih sehat bisa dengan cepat menyesuaikan diri. Dengan vaksin yang baru saja disuntikkan. Berbeda dengan anak yang mengalami masalah pada tubuh. Misalnya kelainan imun, akan sudah merasakan sakit sejak awal. Sehingga perlu konsultasi lebih lanjut dengan dokter sebelum mendapatkan vaksinasi. 

“Berbeda dengan orang dewasa. Tapi, sampai saat ini kami belum menerima laporan KIPI dari pelaksanaan vaksin anak. Ini seperti imunisasi biasa. Seperti penyakit yang dapat dicegah,” ungkap Franky. 

Franky mengingatkan, beberapa hal yang harus menjadi perhatian orangtua sebelum membawa anaknya divaksin. Agar terlebih dahulu harus makan. Sekaligus mempersiapkan mental anak, agar tidak takut saat divaksin. Peran orangtua dalam mempersiapkan mental ini, menurutnya sangat besar agar anak tidak merasa cemas atau khawatir sebelum berangkat. 

“Bujuk anak-anak, kalau vaksin ini penting. Bisa juga dijanjikan, jalan-jalan setelah divaksin. Senang pasti anak-anak, jadi tidak bisa jalan-jalan kalau belum di vaksin,” tuturnya. 

Pemberian vaksin ini bisa mempersiapkan tubuh saat Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah. Menurutnya, ketika anak sudah mulai sekolah offline bisa lebih terproteksi saat berkumpul dengan teman sekolahnya. 

Daya tahan tubuh anak, menurut Franky, lebih baik. Apalagi vaksin yang digunakan jauh lebih aman. “Sementara ini secara nasional kebijakan vaksin untuk anak, jenis Sinovac. Belum ada kebijakan vaksin jenis lain,” ungkapnya.

Pemantauan KIPI untuk anak sama dengan orang dewasa, mulai 15-30 menit setelah vaksin. Jika memiliki reaksi KIPI, akan muncul sebelum 30 menit setelah vaksin. (sas/uno)