TANJUNG SELOR – Pemuatan bahasa daerah dalam kurikulum pendidikan, masih perlu dibahas dengan kabupaten dan kota di Kaltara. Gagasan tersebut sudah digaungkan sejak lama, tapi penerapannya masih perlu dirapatkan. Bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, lembaga adat, dan tokoh yang berperan di dalamnya. 

Adanya rencana tersebut, Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara Suriansyah mengatakan Pemprov Kaltara sangat mendukung dengan adanya kegiatan positif seperti itu. Mengenai penerapan nantinya, menjadi kebijakan masing-masing kabupaten dan kota. 

“Kalau untuk hal positif, kita dukung. Untuk kebijakannya itu ranahnya kabupaten dan kota. Mengingat itu kearifan lokal, termasuk dalam budaya yaitu bahasa daerah,” jelas Suriansyah, Selasa lalu (14/12). 

Sepengetahuan Sekprov, sudah ada yang menerapkan dalam kurikulum pendidikan. Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara Teguh Hendri Susanto menambahkan, rencana itu sudah ada sejak lama. Penerapannya yang masih perlu dirapatkan lagi dengan kabupaten dan kota. 

“Artinya, untuk Kabupaten Bulungan mungkin bahasa Bulungan. Nah, bagaimana dengan Kota Tarakan. Apakah bahasa Tidung atau bahasa daerah lain. Inilah yang perlu dirapatkan bersama,” ungkapnya. 

Rapat diperlukan untuk samakan persepsi. Menghindari kontroversi di kemudian hari. Bagi satuan pendidikan tingkat SMA/SMK, tinggal dicocokkan dan disamakan. Mengingat, Kaltara ini memiliki sub bahasa yang banyak. “Sejauh ini belum ada gambaran, bahasa daerah di setiap kabupaten kota. Tapi, itu nanti akan disesuaikan pada daerah masing-masing,” tuturnya. (*/mts/uno)