TARAKAN – Meski dalam kondisi cuaca mendung, upacara peringatan Hari Jadi ke 24 Kota Tarakan, tetap dilangsungkan di halaman kantor Wali Kota Tarakan, Rabu pagi (15/12), sekitar pukul 08.00 Wita. 

Menurut Wali Kota Tarakan Khairul, dari 16 program unggulan yang masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemkot Tarakan. Semua sudah berjalan dengan progres yang berbeda-beda.

“Ada yang sudah melebihi target 100 persen. Ada yang memang masih 80 persen. Ada juga memang sudah tercapai, tetapi setiap tahun harus dijalankan. Misalnya beasiswa pendidikan, apresiasi anak sekolah, sebenarnya sudah tercapai. Tetapi harus setiap tahun dilaksanakan,” terang Khairul.

Program lain, seperti pemasangan sambungan PDAM gratis yang ditargetkan 10 ribu sambungan, sudah terealisasi 13 ribu lebih. Termasuk Command Center yang merupakan bagian dari Smart City plus. Sebenarnya sudah dijalankan sejak 2019 lalu. Namun terus disempurnakan, sehingga baru dilaunching bersamaan HUT Tarakan.

Meski demikian, mantan Sekretaris Daerah Tarakan ini mengakui masih ada target program yang belum tercapai. Ia pun berkomitmen untuk menggenjot pencapaiannya di sisa dua tahun kepemimpinan. 

Pemkot Tarakan juga memperhatikan penyelesaian persoalan di luar program unggulan yang menjadi masalah di masyarakat. Seperti masalah kebersihan dan banjir. Diakui Khairul persoalan banjir, di mana Pemkot Tarakan sudah banyak mengurangi titik banjir. 

Seperti persoalan banjir di Kelurahan Karang Anyar, yang dinilai masih menjadi pekerjaan rumah Pemkot Tarakan. Namun, pihaknya merencanakan kegiatan dimulai tahun depan. “Memang sampai saat ini Karang Anyar itu yang menjadi PR terbesar kita. Insya Allahtahun depan ini kita mulai menggarapnya. Memang karena keterbatasan anggaran, tentu kita melakukan kegiatan yang seefisien mungkin. Tetapi tetap bisa efektif,” tuturnya.(mrs/uno)