SURABAYA - Kedatangan Ketua Dekranasda Kaltara Rachmawati Zainal beserta rombongan disambut Ketua Dekranasda Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, Kamis (9/12).

Ketua Dekranasda Kaltara Rachmawati Zainal mengungkapkan, 9 tahun Kaltara merupakan usia yang masih belia dan tentu banyak ketertinggalan yang harus dikejar. Sehingga perlu banyak belajar pada provinsi-provinsi yang lebih maju terutama di Pulau Jawa.

“Baik dari segi pembangunan infrastruktur dan ekonomi. Namun itu tidak menyurutkan semangat kami, dalam mengejar ketertinggalan dengan provinsi lainnya yang sudah maju,” ujar Rachmawati.

Dekranasda sebagai satu wadah yang membina para pelaku usaha kecil. Khususnya di bidang kerajinan, untuk terus berkreasi dan berimprovisasi mengembangkan berbagai macam produk.

“Dalam meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus mendorong perekonomian daerah. Untuk itu, Dekranasda Kaltara ingin menimba ilmu kepada Dekranasda Jawa Timur yang sudah lebih berpengalaman membina dan mengembangkan potensi daerahnya, khususnya di bidang kerajinan. Sekaligus ajang silaturahmi kita melalui pertemuan ini,” ungkapnya.

Rachmawati memperkenalkan rombongan, diantaranya Ketua Harian Dekranasda Arsanah Suriansyah, Plt Kepala Disprindagkop Kaltara Hasriani serta para pengrajin dari lima kabupaten kota. Yang berkompeten untuk meningkatkan kapasitas diri selama studi banding.

“Semoga silaturahmi terjaga selamanya. Saya juga mengundang Ketua Dekranasda Jatim untuk kiranya dapat berkunjung ke Kaltara,” tutur Rachmawati. 

Ketua Dekranasda Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak mengungkapkan, perbedaan tantangan antar kedua provinsi. Arumi menyoroti kondisi geografis Kaltara menjadi tantangan dalam mengembangkan ekonomi. Sedangkan Jawa Timur memiliki tantangan dalam mengelola demografi.

“Ke Malang cuma satu jam bahkan ke Solo dan Semarang dalam tiga jam sudah lintas provinsi. Kalatara saya yakin, dari satu kabupaten kota butuh waktu lebih dari itu. Tantangan di masing-masing tempat itu berbeda, kami di sini penduduk terbesar nomor 2 se-Indonesia. Artinya, kami di sini semakin banyak kepala maka semakin banyak pula keinginan yang harus dipenuhi,” ungkap mantan artis Tanah Air tersebut. 

Arumi mengucapkan terima kasihnya pada Ketua Dekranasda Kaltara yang telah memilih Jawa Timur, sebagai tempat untuk menimba ilmu terkait Usaha Kecil Menengah (UKM). Sebagai sentra UKM terbesar Indonesia, Jawa Timur aktif melakukan pendampingan, salah satunya melalui klinik UKM.

“Melalui klinik UKM kita berusaha pelayanan satu pintu untuk para pengusaha pemula. Yang sudah berjalan dan butuh banyak masukan. Kita melakukan pembimbingan dan fasilitasi yang harus dipenuhi,” ujarnya. (chai/dkisp-kaltara)