JAKARTA - Seperti sebuah nama, budaya merupakan identitas yang melekat. Budaya secara turun-temurun akan terus hidup di lingkungan, yang memberdayakannya dan terus diwariskan oleh regenerasi. 

Budaya sudah menjadi bagian dalam kehidupan sosial manusia. Sifatnya yang dinamis akan sangat mudah menyesuaikan dengan perubahan zaman.

Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Drs H Zainal Arifin Paliwang SH M.Hum yang sedari awal giat ingin memperkenalkan kekayaan budaya. Yang dimiliki Bumi Benuanta ke kancah nasional hingga internasional, tidak ingin hanya setengah-setengah.

Dalam perayaan dan penyerahan Sertifikat Penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2021, Gubernur Kaltara pun hadir. Yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), di Ruang Graha Utama Gedung A Komplek Kemendikbud, Jakarta.

Bahkan, Gubernur Zainal menerima sertifikat budaya Takbenda asal Kaltara berupa Bepupur Tidung, yang diserahkan langsung Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid, Selasa lalu (7/12). Menurut Gubernur Zainal, acara seperti ini sangat bagus karena budaya-budaya yang dimiliki setiap daerah di Indonesia tercatat. 

Sehingga ke depannya tidak akan ada saling klaim budaya antar daerah. Meskipun beberapa memiliki kesamaan, namun tetap ada kekhasannya tersendiri.

“Saya lihat banyak mirip-mirip budaya Takbenda antara daerah satu dengan daerah lain,” kata orang nomor satu Kaltara ini. Harusnya, lanjut Gubernur, daftarkan semua budaya yang ada di Kaltara.

Gubernur berharap kebudayaan asli yang ada khususnya di Kaltara, agar dipertahankan dan dilestarikan. Sehingga dikemudian hari masih dapat dinikmati generasi yang akan datang dan tetap bangga menggunakan kebudayaan sendiri. 

“Segera melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan didaftar. Kita coba untuk mengakomodir semua kegiatan budaya. Baik itu tarian, alat musik, makanan ataupun membatik,” tutupnya. (el.r/dkisp-kaltara)