TANJUNG SELOR – Pemerintah Pusat mengeluarkan kebijakan pembatalan penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 3 se-Indonesia, di masa jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). 

Meskipun batal diterapkan, namun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara tidak akan mengurangi kewaspadaan terhadap penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur Kaltara Yansen Tipa Padan mengungkapkan, diberlakukannya PPKM atau tidak, masyarakat harus tetap waspada. 

Protokol kesehatan (Prokes) tetap dijalankan sesuai standar yang ditetapkan. Agar penyebaran Covid tidak meluas. Apalagi, Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang juga sudah menandatangani imbauan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN). 

“Saya harapkan tetap ada imbauan prokes. Kalau standarnya level 3, mungkin diturunkan ke level 2 atau level 1. Sehingga masyarakat masih bisa leluasa kemana-mana, tapi tetap standar yang ditetapkan,” terangnya, Selasa (7/12).

Terkait perayaan Natal dan Tahun Baru, Yansen berpendapat harus mengikuti aturan yang ada. “Itu kita ikuti dulu. Kita belum bisa larang. Terpenting tetap prokes, dan melihat dulu petunjuk pelaksananya,” ujarnya.

Meski saat ini level PPKM di beberapa daerah di Kaltara sudah turun. Namun, Yansen menegaskan, masyarakat tidak mengabaikan prokes. Dengan turunnya level PPKM, yang menjadi perhatian Pemprov Kaltara mengenai penyebarannya. 

Saat ini, Kabupaten Bulungan sudah memasuki PPKM Level I. Penurunan status ke level I itu tertuang dalam Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 65 Tahun 2021 tentang PPKM Level 3, Level 2, Level 1.

“Sesuai dengan instruksi Mendagri, mulai berlaku 7 Desember hingga 23 Desember 2021,” terang Bupati Bulungan Syarwani.

Menurut Syarwani, meskipun Bulungan masuk level I, namun menjelang Natal dan Tahun Baru 2022, masyarakat untuk tetap waspada. Bupati mengajak, agar masyakarat membangun kesadaran dengan mentaati prokes yang ketat. Karena ini menjadi hal yang wajib dan budaya baru. Sehingga aspek kesehatan lebih terjaga. 

Demikian pula berkaitan dengan tempat wisata, tentu menjadi pengetatan. Paling tidak kegiatan dilaksanakan dengan jumlah orang maksimal 50 persen. Berkaitan dengan pengetatan jalur keluar masuk transportasi, akan melakukan komunikasi dengan Pemprov Kaltara. 

“Mudahan ada posko bersama antar BPBD Bulungan atau Satgas juga didukung dari Pemprov Kaltara,” imbuh Syarwani. 

Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulungan, kondisi penyebaran Covid-19 pada 5 Desember 2021 tidak ada penambahan kasus terkonfirmasi positif atau zero.

Alhamdulillah per tanggal 5 Desember 2021 di Bulungan nol kasus Covid-19,” ujar Syarwani.

Mengenai capaian vaksinasi, dari target sasaran 118.941 orang. Untuk capaian vaksinasi dosis 1 sudah 88.888 orang atau 74,73 persen. Untuk dosis II mencapai 61.202 orang atau 51,46 persen. Dosis 3 mencapai 1.124 jiwa atau 0,95 persen.

“Diharapkan vakisinasi ini untuk terus dilaksanakan dan disosialisasikan. Dalam membangun kesadaran masyarakat melaksanakan vaksinasi. Sehingga dapat memutus dan menekan angka penyebaran Covid-19,” harap Syarwani. 

Prokes ketat juga bakal diterapkan Kabupaten Tana Tidung (KTT). Meskipun saat ini KTT sudah PPKM Level I. Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, bahwa setiap kepala daerah untuk tetap mengantisipasi ledakan kasus Covid-19 jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). 

Bupati KTT Ibrahim Ali mengatakan, upaya pemerintah daerah memastikan prokes dijalankan dengan baik dan benar. “Terkait penyampaian dan antisipasi ledakan kasus menjelang Nataru. Pemkab terus menerapkan prokes dengan maksimal. Segala bentuk kegiatan yang menimbulkan kerumunan akan dibubarkan,” tegas Bupati. 

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes KTT Hanna Juniar menambahkan, meski penurunan level ini pertanda baik. Bukan berarti penerapan prokes diabaikan. 

Adapun, terkait dengan beberapa posko penanganan Covid, terus diaktifkan. Untuk mencegah dan mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi. “Untuk cakupan vaksinasi, sejauh ini berjalan normal. Angka pencapaiannya sudah 70 persen. Pada tingkat desa dan kecamatan diperkirakan mencapai 40-50 persen,” tuturnya. (fai/uno2/*/mts/uno)