TANJUNG SELOR - Musim hujan sudah mulai melanda di sebagian wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan Utara. Adanya musim hujan pertanda masyarakat agar waspada dengan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). 

Pasalnya, awal musim hujan membuat banyak genangan air yang bisa menjadi tempat berkembang biak nyamuk penyebab demam berdarah. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulungan Imam Sujono mengatakan, demam berdarah merupakan penyakit yang dapat menular dari gigitan nyamuk Aedes Aegypti. 

Nyamuk Aedes Aegyptimemiliki perilaku menggigit pada pagi dan sore hari. Penularan demam berdarah terjadi saat nyamuk menggigit dan mengisap darah seseorang yang sudah terinfeksi virus ini. Ketika nyamuk tersebut menggigit orang lain, maka virus akan menyebar dengan mudah.

“Masuk musim hujan, kepada semua masyarakat agar melakukan 3M plus (menguras dan menyikat, menutup tempat penampungan air, mengubur atau memanfaatkan daur ulang barang bekas),” jelas Imam, Selasa (7/12). 

Iman menyarankan, warga untuk menerapkan pola hidup sehat dan melakukan aktivitas menguras, menutup tampungan air dan mengubur barang yang berpotensi menampung air.

Karena, penyakit demam berdarah ini biasanya menyebar di kawasan yang padat penduduk, perkotaan dan daerah dengan drainase yang kurang baik. “Harus menjaga kebersihan lingkungan, sehingga tidak terjadi kemungkinan genangan air. Yang bisa memunculkan jentik nyamuk Aedes Aegypti,” sarannya. 

Terhadap masyarakat, jika terkena demam berdarah, agar melaporkannya ke puskesmas terdekat atau Dinkes. Musim penghujan pun terjadi di wilayah Kota Tarakan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan mengimbau masyarakat waspada, seiring meningkatnya curah hujan dalam bulan ini. 

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Tarakan Ahmadi Burhan, meskipun belum menerima laporan adanya dampak yang ditimbulkan dari meningkatnya curah hujan. Namun ia tetap mengimbau masyarakat agar waspada. 

“Sementara ini belum ada laporan. Masyarakat untuk tetap waspada, antisipasi kondisi cuaca,” imbau Ahmadi, Senin lalu (6/12).

Masyarakat juga diminta dapat mengupdate informasi kebencanaan. Dengan menggunakan aplikasi BMKG, yang bisa di download. (*/nnf/mrs/uno)