TANJUNG SELOR - Realisasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kaltara 2021, masih diupayakan agar bisa terealisasi. Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kaltara, untuk realisasi APBD hingga kini sudah mencapai 65 persen. 

Wakil Gubernur Kaltara Yansen Tipa Padan mengatakan, realisasi yang ada saat ini masih akan digenjot. Terlebih masih ada waktu hingga 30 Desember mendatang. “Kita masih punya waktu. Progres kita serapan bisa mencapai 80 persen,” terang Yansen, Selasa (7/12).

Menurut Yansen, penting untuk mengupdate realisasi, apalagi mengenai keuangan daerah. Di akhir Desember, pencapaian realisasi APBD sudah bisa digambarkan.

“Jika 90 persen jarang terjadi, minimal di atas 80 persen. Paling utama eksekusi fisik,” ujar Yansen.

Sementara itu, Kepala BKAD Kaltara Denny Harianto menjelaskan, realisasi yang sudah mencapai 65 persen itu dipastikan akan naik. Sebab saat ini tinggal menunggu pembayaran. Pihaknya menunggu Surat Perintah Membayar (SPM) dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Tinggal administrasinya saja. Kalau OPD terkait sudah menyerahkan SPM, maka akan kita bayar. Sehingga realisasi bisa dikejar,” jelasnya.

Menurutnya, Pemprov Kaltara selalu optimis yang diharapkan. Realisasi ditargetkan bisa mencapai 80 persen. Apalagi, jika melihat waktu dan progres yang tinggal pembayaran, optimis bisa mencapai target tersebut.

“Kalau realisasi fisik, kita sudah mencapai 80 persen. Termasuk sekretariat Provinsi Kaltara,” imbuhnya. 

Di sisi lain, masih ada beberapa kegiatan yang realisasinya belum maksimal. Meski ia tidak menyebutkan kegiatannya, namun dipastikan akan dilanjutkan di 2022 mendatang. Hal tersebut mengingat waktu. Rata-rata ada pada belanja modal. (fai/uno)

TANJUNG SELOR - Realisasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kaltara 2021, masih diupayakan agar bisa terealisasi. Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kaltara, untuk realisasi APBD hingga kini sudah mencapai 65 persen. 

Wakil Gubernur Kaltara Yansen Tipa Padan mengatakan, realisasi yang ada saat ini masih akan digenjot. Terlebih masih ada waktu hingga 30 Desember mendatang. “Kita masih punya waktu. Progres kita serapan bisa mencapai 80 persen,” terang Yansen, Selasa (7/12).

Menurut Yansen, penting untuk mengupdate realisasi, apalagi mengenai keuangan daerah. Di akhir Desember, pencapaian realisasi APBD sudah bisa digambarkan.

“Jika 90 persen jarang terjadi, minimal di atas 80 persen. Paling utama eksekusi fisik,” ujar Yansen.

Sementara itu, Kepala BKAD Kaltara Denny Harianto menjelaskan, realisasi yang sudah mencapai 65 persen itu dipastikan akan naik. Sebab saat ini tinggal menunggu pembayaran. Pihaknya menunggu Surat Perintah Membayar (SPM) dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Tinggal administrasinya saja. Kalau OPD terkait sudah menyerahkan SPM, maka akan kita bayar. Sehingga realisasi bisa dikejar,” jelasnya.

Menurutnya, Pemprov Kaltara selalu optimis yang diharapkan. Realisasi ditargetkan bisa mencapai 80 persen. Apalagi, jika melihat waktu dan progres yang tinggal pembayaran, optimis bisa mencapai target tersebut.

“Kalau realisasi fisik, kita sudah mencapai 80 persen. Termasuk sekretariat Provinsi Kaltara,” imbuhnya. 

Di sisi lain, masih ada beberapa kegiatan yang realisasinya belum maksimal. Meski ia tidak menyebutkan kegiatannya, namun dipastikan akan dilanjutkan di 2022 mendatang. Hal tersebut mengingat waktu. Rata-rata ada pada belanja modal. (fai/uno)