TANJUNG SELOR -Perluasan runway atau landasan pacu, merupakan upaya peningkatan Bandara Tanjung Harapan Tanjung Selor. Bukan hanya dari pemerintah saja, melainkan pihak bandara. 

Namun, untuk peningkatan perpanjangan runway masih terbentur persoalan lahan yang saat ini belum dirampungkan. Kepala Bandara Tanjung Harapan Sofyan Palanro mengatakan, existing bandara saat ini hanya bisa didaratkan pesawat dengan jenis ATR/72 dan pesawat kecil lainnya. 

Sementara, untuk jenis Boeing belum bisa karena luas dan panjang runway belum mencukupi. “Kondisi bandara hanya bisa untuk pesawat kecil. Kendala yang ada saat ini adalah lahan,” terangnya, Minggu lalu (5/12). Rencana perluasan, menurut Sofyan, sudah ada sejak beberapa tahun lalu. Apalagi, didukung dengan adanya master plan. Setidaknya, dibutuhkan panjang 2.500 meter dengan lebar 45 meter. 

“Saat ini panjang landasan 1.600 meter dengan lebar 30 meter. Kalau lebar belum terlalu berpengaruh, hanya saja panjangnya yang tengah diusahakan. Kalau Boeing 2.100 meter suduh bisa mendarat,” tuturnya.

Menurut Sofyan, terdapat dua opsi dalam perpanjangan runway. Pertama dipanjangkan ke arah sungai. Kedua, dipanjangkan ke arah jalan Agatish. Namun, melihat kondisi yang ada, berpotensi perpanjangan runway ke arah Jalan Agatish.  Sebab risiko atau dampaknya cukup kecil. Bahkan biaya yang digunakan tidak semahal, jika dipanjangkan ke sungai.

Apabila perpanjangan runway ke arah Jalan Agatish, maka harus dilakukan pemotongan bukit. Untuk pemotongan jalan, berkaitan dengan administrasi. Di mana status jalan merupakan jalan nasional. Sehingga harus dilakukan penurunan status jalan, dari nasional ke provinsi. (fai/uno)