Sebagai salah satu daerah yang berbatasan dengan Malaysia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan berupaya menggenjot pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di tiga wilayah di Nunukan.

 

TANJUNG SELOR–Ketiga PLBN itu yakni PLBN Sei Pancang di Sebatik, Longgar Midang di Krayan, dan PLBN Labang di Lumbis Pansiangan.

Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid saat dikonfirmasi menjelaskan, pembangunan PLBN terus digenjot. Bahkan untuk PLBN Sei Pancang di Sebatik progres pengerjaannya sudah mencapai 70 persen. Meski beberapa waktu lalu sempat sedikit mengalami kendala terhadap lahan, tapi hal itu bisa diselesaikan. "Untuk lahan di Sebatik sudah klir. Dan pembangunan terus digenjot. Target pembangunan hingga November 2022," jelasnya.

Sementara itu, untuk PLBN Long Midang di Krayan bukan hanya paham yang menjadi kendalanya, pembangunannya masih terkendala lockdown di Malaysia, sehingga, pembangunan terhambat. Lockdown yang dilakukan Malaysia mengakibatkan pengiriman material untuk pembangunan PLBN tidak lancar. "Progresnya (PLBN Long Midang) belum sampai 10 persen. Itu yang coba diupayakan. Untuk PLBN Labang di Lumbis Pansiangan, sampai Desember ini progres sudah 30 persen," terangnya.

Meski pihaknya optimistis capai target pembangunan, persoalan di Krayan menjadi perhatian. Dia meyakini pembangunan PLBN bisa berjalan kecuali di Krayan. Sebab, Krayan memiliki perhatian khusus, Pemkab Nunukan beberapa kali melapor ke gubernur Kaltara untuk meminta bantuan agar lockdown di Malaysia bisa dibuka.

"Pengiriman logistik ke Krayan agak sulit. Itu juga membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Kalau lockdown dibuka, akan memudahkan kami. Perhatian khusus yang dimaksud adalah pemerintah harus bisa merubah beberapa kebijakan dan berkoordinasi dengan pihak Malaysia," ujarnya. "Kita harus memiliki terobosan untuk mengatasi itu. Apalagi ini ada instruksi presiden (inpres) yang harus dijalankan," tambahnya. (kpg/fai/dra/k16)