TANJUNG SELOR - Pembangunan Gedung DPRD Kaltara akan dianggarakan pada APBD 2022, ratusan miliar dengan dikerjakan secara multi years. 

Bahkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara memastikan pembangunan gedung tersebut berada di kawasan Kota Baru Mandiri (KBM) Tanjung Selor. Setelah sebelumnya dipindahkan ke kilometer 4. 

Wakil Gubernur Kaltara Yansen Tipa Padan mengungkapkan, pembangunan gedung DPRD Kaltara kembali ke lokasi semula di kawasan KBM Tanjung Selor. Lahan yang berada di Kilometer 4 tersebut, terdapat beberapa patahan yang akan mengganggu kerja konstruksi. Karena kondisi lahannya tidak kuat menahan bangunan, maka dikembalikan ke KBM Tanjung Selor.

“Untuk titiknya saya tidak tahu persis, tapi di kawasan KBM itu,” terangnya, beberapa waktu lalu. 

Pemprov Kaltara akan terus mendukung pembangunan gedung dewan. Mengingat sudah sembilan tahun berdiri sebagai provinsi, namun Kaltara belum memiliki gedung DPRD Kaltara yang representatif.

“Sembilan tahun umur Kaltara, tapi masih belum punya kantor DPRD. Saya kira itu hal yang tidak wajar, karena kantor DPRD kantornya rakyat, jadi harus ada,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kaltara Norhayati Andris mengungkapkan alasan lokasi pembangunan gedung DPRD Kaltara yang baru kembali dipindah. Sebelumnya, pada Mei lalu, DPRD dan Pemprov Kaltara sepakati pembangunan gedung dewan di bekas lahan pembangunan rumah sakit. Di Jalan Poros Berau-Bulungan Kilometer 4. 

“Karena beberapa pihak menilai lokasi di KBM tidak layak, mengingat berada di kondisi rawa dan memerlukan biaya besar untuk melakukan pematangan lahan,” jelasnya.

Lokasi di Jalan Poros Berau-Bulungan Kilometer 4 kondisi lahannya mengandung mineral batu bara. Ia memastikan, lokasi pembangunan gedung dewan di kawasan KBM Tanjung Selor sudah siap.

Pembangunan gedung dewan akan memakan biaya sebesar Rp 210 miliar. Proses pembangunan gedung akan menggunakan proyek tahun jamak atau multi years. (fai/uno)