TIDENG PALE – Berdasarka data Badan Pusat Statistik (BPS) KTT, sektor ekonomi sesuai besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) untuk dasar harga berlaku triwulan III 2021 mencapai Rp 1,66 triliun. Atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 960,67 miliar. 

Ekonomi KTT triwulan III tahun 2021, dari triwulan sebelumnya mengalami pertumbuhan sebesar 1,84 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, lapangan usaha, jasa keuangan dan asuransi mengalami pertumbuhan tertinggi 4,7 persen. 

Pada triwulan III ini terhadap triwulan tahun lalu, perekonomian KTT mengalami pertumbuhan 5,33 persen (y-on-y). Pertumbuhan ini, dari sisi lapangan usaha, jasa keuangan, dan asuransi mengalami peningkatan 16,44 persen. 

Sementara, pada triwulan I s/d III 2021 dibandingkan tahun lalul, ekonomi KTT mengalami pertumbuhan 2,85 persen (c-to-c). Dari sisi produksi, pertumbuhan terbesar terjadi pada lapangan usaha, jasa, keuangan dan asuransi tertinggi 16,44 persen. 

Bupati KTT Ibrahim Ali mengatakan, ada beberapa cara yang akan dilakukan pemerintah daerah, untuk tetap menstabilkan perekonomian. Diantaranya, akan bertemu dengan perusahaan-perusahaan yang berinvestasi di KTT. Tujuannya, itu meminta dukungan dan bersama membantu pemerintah daerah dalam menstabilkan perekonomian. 

“Intinya, bagaimana cara menghasilkan pendapatan buat perusahaan,” ujarnya. 

Masuknya para investor bagi suatu daerah, secara otomatis membuka lapangan pekerjaan. Ketika lapangan kerja terbuka luas, maka secara tidak langsung menyerap tenaga kerja. “Ini salah satu usaha kita. Saya juga akan mengundang para investor untuk berinvestasi. Membangun yang sekiranya bisa diinvestasikan. Pemerintah daerah mempersilakan, kalau ada, kita akan sambut dengan karpet merah,” harap Bupati. 

Terpenting, komitmen memberikan peluang dan kesempatan kerja bagi anak-anak daerah, berkontribusi dalam hal membangun daerah. (*/mts/uno)