TANA TIDUNG–Upah Minimum Kabupaten (UMK) Tana Tidung sudah ditetapkan, melalui Keputusan Gubernur Kaltara Nomor 188.44/K.784/2021 tentang UMK KTT 2022.

Berdasarkan ketentuan Pasal 30 Ayat 1 Peraturan Pemerintah Nomor 36/2021 tentang Pengupahan, gubernur dapat menetapkan UMK kabupaten dan kota dengan syarat tertentu. Bahwa berdasarkan surat keputusan Bupati KTT Nomor 560/316/BUP/XI/2021 tertanggal 26 November lalu, perihal rekomendasi penetapan UMK Tana Tidung 2022. Serta untuk mewujudkan penghasilan yang layak bagi pekerja dengan mempertimbangkan peningkatan kesejahteraan pekerja tanpa mengabaikan peningkatan produktivitas, kemajuan perusahaan, dan perkembangan perekonomian secara luas.

Mengingat UU Nomor 13/2003 tentang Ketenagakerjaan, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 11/2020 tentang Cipta Kerja, Peraturan Pemerintah Nomor 36/2021 tentang Pengupahan, dan memerhatikan Inpres Nomor 9/2013 tentang Kebijakan Penetapan Upah Minimum dalam rangka kelangsungan usaha dan peningkatan kesejahteraan pekerja memutuskan dan menetapkan, UMK Tana Tidung 2022 sebesar Rp 3.130.136. Bagi perusahaan yang telah memberikan upah lebih tinggi dari UMK yang sudah ditetapkan sebagaimana diktum ke satu, dilarang mengurangi atau menurunkan upah yang dimaksud.

Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Tana Tidung Johari mengatakan, usulan UMK Tana Tidung telah direalisasikan. Dan itu berlaku per Januari 2022. "Itu sudah sesuai hasil rapat dan kesepakatan bersama. Naik dibandingkan tahun sebelumnya. Sekitar Rp 17 ribu. Dari Rp 3.113.368," ungkap Johari.

Johari menambahkan, kenaikan Rp 17 ribu salah satunya dipengaruhi inflasi KTT yang kecil. Namun, KTT patut bersyukur mengingat kenaikannya di atas Tarakan. (kpg/mts/dra/k16)