TARAKAN - Penyelidikan dalam menentukan profil pelaku tindak pidana kriminal seringkali membuat kesulitan pihak kepolisian. Minimnya alat pendukung di lokasi kejadian seperti Closed Circuit Television (CCTV) turut menghambat proses pengejaran terhadap pelaku. 

Kapolres Tarakan AKBP Fillol Praja Arthadira melalui Kapolsek Tarakan Timur AKP Faesal Rachmat mengatakan, dengan adanya CCTV sebenarnya bisa membantu membuat profil pelaku. Semakin banyak masyarakat yang menggunakan CCTV, akan semakin memudahkan penyelidikan mengungkap suatu kasus. 

“Misalnya, CCTV itu ada di sebelah kanan dan kiri jalan. Kami bisa memastikan arah pelaku ini kemana. Kalau di arah depan, pasti perjalanan pelaku tertangkap di CCTV sebelah kiri dan kanan. Kami bisa telusuri jalannya,” tuturnya, kemarin (3/12).

Dari dua CCTV tersebut, bisa dipastikan kemana arah pelaku. Selanjutnya tinggal mencari lagi di sudut yang lain. Artinya, untuk melihat nomor polisi kendaraan yang digunakan pelaku. Termasuk memastikan gaya berjalan pelaku, agar bisa mencocokkan data dengan pelaku pencurian yang menggunakan modus serupa. 

Ia mencontohkan, seperti kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) belum lama ini. Aksi pelaku terekam CCTV saat mengambil sepeda motor di parkiran rumah. Hanya saja, wajah pelaku tidak terlihat. Sehingga penyelidikan dimulai dari cara pelaku berjalan. 

Selanjutnya, akan mencari informasi dan mengembangkan keterangan saksi lainnya untuk mengetahui sosok pelaku. Terutama, pelaku yang ternyata sudah pernah melakukan tindak pidana sebelumnya. “Kalau pelaku tindak pidana model lama, misalnya modusnya congkel jendela. Biasanya pelaku yang sama akan melakukan modus sama terus. Sekarang pelakunya mungkin berpikir, dengan perkembangan sekarang, kalau modusnya sama terus sudah bisa diketahui polisi,” bebernya. 

Pihaknya bergerak dengan melihat perkembangan teknologi melalui CCTV. Sehingga bisa mengidentifikasi pelaku dengan cara yang lain. Peran CCTV, bisa dimanfaatkan masyarakat. Bagi yang tidak bisa membeli, bisa bekerjasama dengan tetangga untuk berbagi biaya pembelian.

Bahkan, pihaknya mendorong Pemkot Tarakan, agar bisa memberikan imbauan kepada masyarakat tentang pentingnya CCTV. Antara Polres Tarakan dan Pemkot Tarakan sebelumnya sudah memiliki program kerja sama. Namun CCTV yang dipasang hanya di sudut jalan utama. (sas/uno)