TARAKAN -Dinas Perhubungan (Dishub) Tarakan bersama Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tarakan membuat simulasi jalan satu arah di persimpangan Stadion Datu Adil. 

Simulasi atau rekayasa pengaturan jalan tersebut juga masih dalam tahap sosialisasi. Kepala Dishub Tarakan Muhammad Haidir mengatakan, terus meningkatkan kinerja simpang Datu Adil. Simulasi merupakan hasil dari komunikasi forum lalu lintas yang sudah dilaksanakan sejak Maret lalu. 

“Kegiatan simulasi baru bisa dilaksanakan sekarang. Karena terkait dengan pandemi Covid-19. Kegiatan aktivitas masyarakat berkurang, setelah ada kegiatan pertemuan (sekolah) dengan Pembelajaran Tatap Muka kami anggap arus lalu lintas sudah mendekati normal,” terangnya, Jumat (3/12). 

Rencananya, simulasi dilakukan dengan membuat bundaran di depan stadion sejak Senin (29/11) hingga Jumat (3/12), mulai pukul 06.00 Wita hingga 18.00 Wita. Selanjutnya, mulai Senin (7/12) nanti hingga Jumat (10/12) dilakukan lagi simulasi tahap kedua. 

Sekaligus melihat hasil rekayasa dan kesimpulan rapat forum lalu lintas. Untuk mengetahui kondisi lalu lintas di jalan sekitar Stadion Datu Adil menjadi satu arah. “Kalau dari arah depan kantor Imigrasi harus belok ke kiri arah ke Wisma Patra. Sama halnya dari arah Kampung Satu, tidak boleh belok langsung ke arah Wisma Patra,” jelasnya.

Dari arah Kampung Satu harus lurus memutari Stadion Datu Adil. Sedangkan pengendara dari arah Jalan Telaga Keramat, tidak diizinkan lurus melainkan harus belok kiri mengitari stadion. Keamanan dan keselamatan, kata Haidir, jadi tolak ukur dan pertimbangan selanjutnya dari sisi efektivitas dan efisiensi.

Ditambahkan, tidak hanya di depan Stadion Datu Adil tetapi titik dari arah Hotel Bahtera menjadi perhatian Dishub Tarakan. Sebab lokasi tersebut menjadi rawan kecelakaan dan sudah pernah memakan korban jiwa. 

Terlebih dari arah Hotel Bahtera ada beberapa sekolah yang membuat kepadatan kendaraan pada waktu tertentu. “Ini dalam menunjang visi Kota Tarakan yang maju sejahtera melalui Smart City. Salah satu indikatornya, smart mobility. Kami berusaha bagaimana mobilitas di Tarakan bisa lebih aman, nyaman dan efisien,” harapnya.

Sementara itu, Kasat Lantas AKP Rully Zuldh Fermana mengatakan, sudah menyiapkan personel di depan Jalan Stadion Datu Adil. Untuk memastikan rekayasa lalu lintas berjalan lancar. Jika memang dari awal dilakukan rekayasa untuk mengurangi kecelakaan. Maka pihaknya memastikan pengendara mematuhi rekayasa yang sudah dibuat.

Menurutnya, kebiasaan masyarakat di Tarakan, tidak melihat ke kiri dan ke kanan saat masuk ke jalur lain. Dengan adanya rekayasa dengan satu arah, diharapkan masyarakat bisa pelan-pelan melihat sekeliling dulu sebelum masuk ke jalur lain. 

“Misalnya ada pengendara yang mau keluar dari lorong, langsung masuk saja. Padahal logikanya yang mau masuk ke jalan, misalnya keluar gang belok kiri harus lihat kiri dan kanan dulu. Tapi, ini kita yang di jalan harus lihat dulu ke lorong, supaya tidak terjadi tabrakan,” bebernya. (sas/uno)