TARAKAN- Mesti pihak kepolisian menyimpulkan kejadian yang menyebabkan tiga korban meninggal dunia di perairan Sungai Pamusian pada 13 November lalu, murni kecelakaan laut. 

Namun, keluarga korban masih menuntut kejadian yang sebenarnya. Termasuk hasil penyelidikan polisi, sehingga menyimpulkan kecelakaan laut. “Kami pertanyakan hasil penyelidikan polisi yang menyebutkan kecelakaan laut. Padahal hasil visum saja belum diterima penyidik. Kenapa langsung merilis kasus ini laka laut,” ujar salah seorang keluarga korban Any Fatmawati, kemarin (3/12).

Bahkan, kesimpulan penyidik belum ada disampaikan kepada pihak keluarga. Sementara, pihaknya sudah membuat laporan polisi terkait ditemukannya beberapa luka yang diduga akibat senjata tajam di tubuh korban. Tidak hanya Rizki, bahkan dua korban lainnya Agusliansyah dan Arfan juga ditemukan luka serupa. 

“Saya malah tahu dari media. Ini sudah saya tanyakan, katanya tetap diusut, tapi sampai kapan. Ini sudah jelas, ada luka di badan korban, bukan karena kecelakaan. Misalnya kena mesin atau lainnya seperti serpihan yang runcing. Saya ini orang awam, tidak tahu apa-apa. Tapi saya saksikan luka korban itu sangat rapi lukanya, kena benda tajam,” bebernya.

Selain itu, beberapa serpihan yang disebut polisi merupakan bagian dari kapal juga dibantahnya. Ibu kandung korban ini mengatakan, kasus tersebut berkaitan nyawa. Seharusnya bisa menjadi perhatian aparat kepolisian, untuk bisa mengungkap kejadian sebenarnya. 

“Kami berharap pihak berwajib, mengusut dengan benar kasus ini,” harapnya. Diberitakan sebelumnya, awalnya masyarakat menemukan Agusliansyah mengapung di sekitar perairan Sungai Pamusian pada 13 November lalu. Didapati informasi ada dua orang rekannya Arfan dan Riski yang juga berada di speedboat yang sama. 

Keduanya kemudian ditemukan pada 15 November di sekitar muara Sungai Pamusian. Ada 17 orang saksi yang diperiksa penyidik Satpolair Polres Tarakan, hingga menyimpulkan kejadian penemuan mayat merupakan kecelakaan laut. Diduga tabrakan antara dua speedboat. 

Namun, penyelidikan belum bisa menemukan speedboat korban maupun speedbpoat yang diduga lawan tabrakan. Ada 13 orang saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian menerangkan mendengar suara tabrakan. Keterangan saksi juga mengatakan, melihat serpihan bodi speedboat. Hanya serpihan tersebut diduga sudah tenggelam, sehingga belum bisa dijadikan barang bukti. Kemudian saksi yang menggunakan mesin speed 40 PK yang datang untuk menolong. (sas/uno)