TARAKAN – Kementerian Sosial melalui Direktorat Jenderal (Rehabilitasi) Sosial Balai “Budi Luhur” Banjarbaru, Banjarmasin, menyalurkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) bagi penyandang disabilitas di Kota Tarakan.

Tahun ini, sebanyak 70 penyandang disabilitas menerima bantuan ATENSI. 4 orang di antaranya sudah menerima terlebih dulu berupa barang, saat kedatangan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini, pada 29 Oktober lalu.  

Sisanya, 66 orang, menerima bantuan dalam bentuk uang tunai yang ditransfer melalui rekening masing-masing, senilai Rp 2,4 juta per orang. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp 168 juta. Bantuan diserahkan simbolis oleh Wali Kota Tarakan Khairul di gedung Sebaguna Kantor Wali Kota Tarakan, Kamis (2/12). 

Penyuluh Sosial Muda Balai Budi Luhur Banjarbaru, Sukhairi menilai penyaluran bantuan di Tarakan tidak terlalu banyak hambatan. Karena kondisi daerahnya yang mudah dijangkau. 

“Yang paling banyak hambatan biasanya terkendala di identitas orang yang ada. Tapi karena memang identitasnya kurang lengkap, sehingga kita kesulitan para petugas untuk menindaklanjuti,” ujarnya. 

Melalui bantuan ini, Sukhairi mengharapkan dapat digunakan, terutama untuk berusaha. Agar penyandang disabilitas dapat mandiri. 

“Mudah-mudahan penyandang disabilitas mampu memanfaatkan ini untuk usaha kalau bisa. Kalau bisa keluarganya yang mendampingi, untuk usaha agar para penyandang disabilitas ini mampu mandiri,” harapnya. 

Ia juga mengatakan, tahun depan bantuan ATENSI masih akan berlanjut. Namun cakupannya dipersempit hanya di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Utara. Pihaknya akan melayani seluruh penyandang disabilitas. 

Karena itu, Sukhairi mengharapkan kepada penyandang disabilitas dan pendamping agar dapat mempersiapkan administrasi. Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Tarakan Arbain juga mengharapkan dengan bantuan dapat membantu penyandang disabilitas. Terutama yang punya usaha, dapat membantu mengembangkan usahanya.  

Sedangkan bagi yang tidak punya usaha, diharapkan dengan bantuan itu dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan lain. 

“Kan tidak semua disabilitas itu punya usaha. Jadi mereka silakan menggunakan. Intinya memang kita harapkan itu membantu dia,” harapnya. 

Sementara itu, jumlah penerima bantuan ATENSI tahun ini, dinilai Arbain, menurun dari tahun sebelumnya. Karena banyak penerima bantuan sebelumnya sudah menerima dari bantuan lain. Sehingga pihaknya harus memvalidasi lagi penerima bantuan, agar tidak tumpang tindih. Jumlah penyandang disabilitas di Tarakan mencapai 500 orang. Namun yang sudah terverifikasi 300 orang.(mrs/uno)