TARAKAN–Meski target capaian vaksinasi di Tarakan sedikit meleset, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan dan Penanganan Covid-19 Tarakan yang juga Wali Kota Khairul optimistis target bisa dicapai dalam beberapa hari ke depan.

Khairul menyebut, target 80 persen di akhir bulan lalu tidak tercapai. Pasalnya, laporan yang diterima sampai Selasa (30/11) lalu, progres vaksinasi baru hampir mencapai 78 persen. “Sampai kemarin itu sudah hampir 78 persen. Memang target kami sih sampai tanggal 30 itu mestinya 80 persen, tapi belum, mudah-mudahan beberapa hari ke depan bisa tembus,” ujar Khairul. Demi mencapai target, Satgas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Tarakan bakal mengubah strategi pendistribusian vaksin dengan mendatangi warga dengan konsep door to door. Selama ini, vaksinasi dilakukan secara massal dengan memfokuskan pelaksanaan di beberapa lokasi.

Langkah itu akan dilakukan karena mempertimbangkan jumlah sasaran yang dinilai Khairul saat ini mulai berkurang. Di samping itu, ada kemungkinan masyarakat mengganggap vaksinasi tidak terlalu penting karena kasus Covid-19 yang menurun. “Oleh karena itu, saya sudah minta dengan Dinas Kesehatan dan semua jajaran termasuk rumah sakit, strategi berikutnya akan ada door to door. Dilihat di mana-mana yang masih banyak cakupannya tapi waktu diadakan misalnya vaksinasi massal sudah mulai berkurang, itu perlu ada metode door to door,” ungkap mantan kepala Dinas Kesehatan Tarakan itu. 

Berdasarkan data, Khairul memperkirakan masih sekitar 20-an persen lagi masyarakat yang belum divaksin yang tersebar di beberapa titik di Tarakan. Karena itu, perlu diidentifikasi ulang untuk strategi berikutnya. Disinggung antisipasi masuknya varian baru Covid-19 jenis Omicron, Khairul mengaku telah mengantisipasi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melarang pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkot Tarakan mengambil cuti selama masa libur Natal dan tahun baru. “Di Natal dan tahun baru seluruh PNS dilarang cuti kalau tidak sangat penting, misalnya berobat, sebaik mungkin dihindari 24 sampai 2 Januari,” ungkapnya.

Khairul juga mengimbau masyarakat tidak tidak berangkat ke luar kota jika tidak ada urusan yang sangat penting. Sebab, pergerakan orang secara bersamaan biasanya akan meningkatkan peluang terjadinya ledakan kasus. Cara lain adalah dengan terus menggencarkan vaksinasi. Pemkot Tarakan gencar melaksnaakan vaksinasi sejak November hingga Desember agar capaian vaksinasi bisa di atas 80 persen, sehingga imunitas masyarakat Tarakan bakal lebih kuat. (kpg/mrs/dra/k16)