TARAKAN - Operasi Garda Paus dilaksanakan Komando Tugas Gabungan antara Angkatan Laut dan Angkatan Udara, dengan panglima dari Pangkoarmada 2. Sementara dari TNI AU mempersiapkan pesawat tempur. 

Gelar pesawat tempur dilaksanakan pekan ini di wilayah udara Tarakan, untuk menjaga kesatuan NKRI di Tarakan. Ada empat pesawat Super Tucano dengan helikopter Super Puma, ditambah pesawat Boeing pengintai yang surveylance mengawasi di laut dan pengamatan udara. 

Panglima Kosekhanudnas II Marsma TNI, Irwan Pramuda mengatakan, kegiatan operasi selesai dilakukan hingga Kamis (2/12). Hal yang perlu menjadi titik fokus, masih ada permasalahan di blok ambalat, terkait perbatasan dengan negara tetangga. “Sehingga kita perlu secara rutin, menjaga kedaulatan RI di Ambalat. Jadi, jelas Ambalat ini merupakan wilayah kedaulatan NKRI,” tegasnya, Rabu (1/12).

Sejauh ini di Kaltara, belum terdeteksi adanya pelanggaran. Hanya saja, ada beberapa pelanggaran yang tidak secara langsung masuk ke wilayah NKRI. “Kita punya mata, radar dan pesawat yang bisa mengintai. Jadi, mereka tidak berani masuk ke wilayah kita,” ungkapnya. 

Irwan mengakui, wilayah perbatasan banyak sekali kapal asing di sejauh 12 mil sesuai dengan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Kapal yang melintas, bukan wilayah kedaulatan, melainkan bisa melintas di ZEE. Sebagian besar kapal yang ada, hasil pantauan merupakan kapal tradisional atau nelayan. 

Operasi selain di wilayah Tarakan, menempatkan pesawat temput juga ditempatkan di Balikpapan. Fokusnya di wilayah Kaltim dan Kaltara. Kegiatan menonjol, apabila ada yang mencoba masuk wilayah, akan menerbangkan pesawat untuk menjaga kedaulatan. 

“Supaya mereka tidak berani menembus wilayah batas. Kita menghalau atau menghalangi. Itu daya tangkal kita, untuk menegaskan wilayah NKRI. Operasi ini rutin dilaksanakan,” imbuhnya. 

Sementara itu, Komandan Lanud Anang Busra Tarakan Kolonel Pnb Toto Ginanto menuturkan, menempatkan 4 pesawat untuk melakukan eskalasi dan latihan lainnya di sela kegiatan patroli. Ia memastikan, latihan yang dilakukan tetap harus sesuai protokol kesehatan (Prokes). 

“Pesawat ini tidak berlama-lama di Tarakan, bisa kalau ada yang mau berkunjung. Nanti ada yang mengatur, tapi tetap menjaga jarak, menggunakan masker dan mencuci tangan atau gunakan hand sanitizer,” pintanya. 

Dengan adanya Operasi Garda Paus, pihaknya mendukung operasi udaranya. Dengan shelter, apron dan fasilitas pendukung untuk menggelar operasi. Lanud Anang Busra sebagai pangkalan Aju, selain di Lanud Balikpapan. “Kami punya konsep siap mendukung kegiatan operasi TNI secara umum,” tutupnya. (sas/uno)