TANJUNG SELOR – Pada Kamis lalu (25/11), Wakil Gubernur Kalimantan Utara Dr Yansen TP M.Si lakukan monitoring dan evaluasi (monev) di sejumlah satuan pendidikan menengah di Kabupaten Bulungan. Termasuk beberapa proyek Pemprov Kaltara lainnya.

Monev diawali di SMA Agape Tanjung Selor. Menyusul SMK Negeri 2 Tanjung Selor, SMA Negeri 2 Tanjung Selor, SMA Negeri 1 Tanjung Palas Tengah, dan SMA Negeri 1 Tanjung Palas. Monev ini, bagian tidak terpisahkan dari tahapan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan dan atau rehabilitasi ruang kelas, ruang guru, maupun ruang praktikum siswa. Yang tengah dilaksanakan Pemprov Kaltara.

“Kami juga ingin memastikan tercapainya sasaran pembangunan dan atau rehabilitasi yang dibiayai oleh APBD kita,” tutur Wagub, belum lama ini.

Beberapa satuan pendidikan yang dikunjungi, progres fisiknya rata-rata sudah di atas 80 persen. Secara umum, kontraktor pekerja proyek rehabilitasi sekolah bersedia menyelesaikan tahapan pekerjaan, sesuai tenggat waktu kontrak.

“Pekerjaan fisik di satuan-satuan pendidikan harus tuntas pada 15 Desember nanti. Jangan sampai mengecualikan kualitas bangunan. Karena itu akan berdampak pada fungsi dan ketahanan bangunan, mengantisipasi dampak hukum maupun administratif ke depan,” tegas Yansen. 

Wagub menegaskan, kontraktor yang mengerjakan proyek renovasi satuan pendidikan dilaksanakan sebaik-baiknya, penuh tanggung jawab, dan saling mengawasi.

“Jika ada hal-hal administratif yang menjadi kendala, kami minta kontraktor segera berkomunikasi dengan PPTK,” ujarnya.

Ia turut merasa senang bisa menyapa guru-guru yang menjadi beranda terdepan penyelenggaraan pendidikan. “Rata-rata guru semua merindukan suasana belajar mengajar kembali normal,” imbuhnya.

Namun, hal tersebut tidak bisa dipaksakan. Karena harus patuh dan menjalankan arahan Pemerintah Pusat. Pembelajaran masih tetap secara daring dipadukan pertemuan tatap muka secara terbatas. 

Yansen meminta semua elemen tetap menjaga protokol kesehatan dan mengikuti program vaksinasi. Demi segera tercapaianya kekebalan kelompok. Ia menambahkan, salah satu misi Kaltara 2021-2025, mewujudkan pembangunan SDM yang sehat, cerdas, kreatif, inovatif, berakhlak mulia, produktivitas dan berdaya saing. Dengan berbasiskan pendidikan wajib belajar 16 tahun dan berwawasan kebangsaan.

Tersedianya fasilitas dan sarana prasarana fisik pendidikan, merupakan salah satu parameter penunjang bagi proses penyelenggaraan pendidikan. “Permasalahan tersebut penting untuk ditangani secara lebih serius. Karena sangat berpengaruh terhadap kelancaran dalam proses belajar mengajar ke depan,” tuturnya. (adpim)