SATUANTugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI–Malaysia Batalyon Artileri Medan (Armed) 18/Komposit Buritkang meringkus 4 terduga pengedar narkoba di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Jumat lalu (26/11).

Satgas kemudian melakukan koordinasi dengan Satreskoba Polres Nunukan, untuk bersama-sama melakukan pengintaian di areal pesisir Desa Liang Bunyu.

“Saat kapal empat terduga tersebut merapat ke sebuah rumah di Liang Bunyu, kami lakukan penyergapan. Kita temukan narkoba 10 bungkus dengan berat sekitar 75,2 gram. Kami juga menemukan pistol rakitan kaliber 9 mm, sebilah samurai dan sebilah badik,” terang Komandan Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarmed 18/Komposit Letnan Kolonel Arm Yudhi Ari Irawan, Sabtu (27/11). 

Yudhi mengatakan, temuan pistol rakitan menjadi concern Satgas Pamtas. Dari pengakuan para terduga pengedar, pistol tersebut dibeli dari sesama nelayan di Pulau Sebatik. Sedangkan narkoba jenis sabu sabu tersebut, diduga kuat berasal dari Tawau Malaysia.

“Kita masih dalami kasus ini, dari keempatnya, siapa yang punya narkoba itu. Termasuk indikasi peredaran senpi rakitan, semua masih pendalaman. Melihat dari temuan pistol dan senjata tajam, kemungkinan mereka sudah berpengalaman,” tegasnya.

Yudhi mengungkapkan, empat terduga pengedar masing-masing berinisial KD (41), HR (31), MR (34) dan SL (32) merupakan warga Sebatik. 

Mereka disinyalir sebagai pemasok narkoba bagi para petani rumput laut di Pulau Sebatik. “Info yang kami dapat, banyak perumput laut di Sebatik sebelum berangkat memanen atau menanam rumput laut, memakai narkoba. Dengan anggapan hal itu bisa menambah semangat dan stamina,” ujarnya, Sabtu (27/11).

Ia menjelaskan, warga Desa Liang Bunyu di Sebatik Barat, memang mayoritas pembudidaya rumput laut. Mereka menjadi sasaran para pengedar, karena harga rumput laut yang tengah stabil saat ini. Dianggap sebagai peluang besar bagi para pemain barang haram tersebut.

“Pangsa pasarnya cukup menjanjikan, kami menduga para terduga pengedar ini sudah lama memperjualbelikan narkoba di kalangan perumput laut,” imbuhnya.

Dalam pengungkapan kasus ini, sejumlah barang bukti yang diamankan masing-masing, narkotika golongan I jenis sabu seberat 75,2 gram, 1 pucuk pistol rakitan tanpa amunisi, sebilah samurai, badik, 4 unit handphone milik para terduga pengedar, dan 2 tas selempang yang digunakan sebagai tempat pistol dan menyimpan narkoba.

“Kami serahkan para pelaku dan barang bukti ke Satreskoba Polres Nunukan untuk proses lebih lanjut,” tuturnya. (*/lik/*/viq/uno)