TANJUNG SELOR – Karena beban biaya yang cukup tinggi, pengelolaan videotron yang ada di Bulungan akan diserahkan kepada pihak ketiga. Hal ini disampaikan oleh Bupati Bulungan Syarwani.

Kata dia, pengelolaan aset videotron berada pada penguasaan Pemkab Bulungan. Dirinya juga telah menyampaikan kepada Dinas Komunikasi, Informasi dan Persandian Bulungan. Agar videotron tidak ditangani langsung oleh pemerintah daerah. Karena jika harus dioperasionalkan oleh pemerintah tentunya sulit. Apalagi biaya perawatannya sangat besar.

"Kami harapkan, ada pihak swasta yang bisa mengoperasionalkan videotron. Dengan kondisi videotron saat ini, perawatannya membutuhkan biaya yang tidak sedikit," terangnya, Sabtu (27/11). 

Menurutnya, videotron yang ada kembali dimatikan karena tidak ada yang ditayangkan lagi. Dikatakan, ada dua videotron yang dikelola oleh Dinas Komunikasi, Informasi dan Persandian Bulungan. Yakni, videotron di taman Sungai Kayan dan Tugu Puteri Lemlai Suri. Sementara untuk yang di Pasar Induk dikelola Disperindagkop Bulungan.

"Kita akan kerja samakan jika ada pihak swasta yang ini mengoperasikan videotron tersebut," kata dia.

Nantinya, dengan adanya kerja sama diharapkan bisa meningkatkan pendapatan daerah. Karena pemanfaatannya menggunakan sistem sewa.

"Secara regulasi boleh. Tidak ada masalah jika ingin dipihakketigakan," ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Komunikasi, Informasi dan Persandian Bulungan, Amar Mulia, membenarkan bahwa pengelolaan videotron akan diserahkan ke pihak ketiga.

 “Yang berminat untuk mengelola videotron sudah ada. Tetapi, sejauh ini belum ada kesepakatan antara pemerintah daerah dengan pihak ketiga. Baru sebatas wacana,” ujarnya.

“Kita belum bisa pastikan. Sekarang ini kita masih melakukan hitung-hitungan dan membuat kesepakatan ke depan seperti apa,” pungkasnya. (fai/udi)