TIDENG PALE – Kepala Bidang (Kabid) Informatika Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) KTT Dicky Sumastyono memberikan materi mengenaicyberbullying. Terhadap pelajar SMPN 6 Tana Tidung, Kamis lalu (25/11). 

Menurut Dicky, cyberbullying merupakan tindakan yang dilakukan secara sadar untuk merugikan atau menyakiti orang lain. Biasanya melalui penggunaan komputer (jejaring sosial dunia maya), telepon seluler dan peralatan elektronik sejenisnya. 

Secara psikologis, akibat cyberbullying lebih buruk daripada perundungan biasa. Sebab, cyberbullying meninggalkan jejak digital dengan jangkauan lebih luas. “Bahkan orang lain, yang tidak kenal sekalipun dapat turut berkomentar. Seolah seluruh dunia sedang menyerang,” terangnya. 

Akibat dari perbuatan tersebut dan yang dirasakan oleh korban, seperti muncul depresi.  Korban cyberbullying yang terluka, malu, putus asa akan memilih untuk menarik diri dari lingkungan. Bahkan tidak sedikit yang mencoba untuk menyalahkan dirinya. 

Jika perasaan depresi tersebut terus menghantui dan bertambah parah, maka tidak menutup kemungkinan akan memunculkan pikiran bunuh diri. Bahkan dapat menyebabkan korban kehilangan minat pada sesuatu. Penyebabnya karena perasaan malu untuk bertemu dengan orang lain. 

Dampak negatif lainnya, lingkungan sekitar akan mengucilkan korban. Dampak dari cyaberbullying ini nyata. Bahkan orang lain yang berada di lingkungan korban tanpa sadar akan turut menyerang dan menambah komentar-komentar buruk. 

“Orang yang tak kenal dekat dengan korban pun ikut menyerang. Hanya karena postingan muncul di beranda sosial. Generasi muda dituntut agar bijaksana dalam memanfaatkan media sosial. Sebisa mungkin media sosial dijadikan wadah belajar dan hal positif lainnya,” pesan Dicky. (*/mts/uno)