TARAKAN - Kesejahteraan para guru dan staf tenaga kontrak yang berdinas di satuan pendidikan atau sekolah negeri, sudah cukup diperhatikan. 

Hal itu diakui Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Tarakan Endah Sarastiningsih. Di momentum Hari Guru Nasional dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 PGRI, ia bersyukur karena Pemerintah Kota Tarakan maupun Pemerintah Provinsi Kaltara memperhatikan kesejahteraan guru kontrak. Sehingga honor mereka kini sudah mencapai Upah Minimum Kota (UMK). 

Alhamdulillah, untuk di Tarakan kita relatif lebih baik daripada daerah-daerah lain. Karena Pemerintah Kota ini sangat mensupport, memperhatikan, termasuk bapak gubernur,” ujar Endah kepada awak media, ditemui usai upacara.

Rata-rata sekarang selain gaji pokok, guru honorer mendapatkan insentif dari kota dan insentif provinsi. Dibeberkan honor guru dan tenaga kontrak mencapai rata-rata Rp 3 juta- Rp 4 juta, tergantung berapa jam mengajar di sekolah. 

Selain itu, guru juga mendapatkan insentif dari Pemkot Tarakan, insentif pemprov Kaltara, hingga sertifikasi. Adapun guru kontrak di sekolah swasta, Endah menyerahkan kewenangan kepada yayasan. Pihaknya hanya bisa memohon, guru yang mengajar di sekolah swasta bisa mengikuti guru kontrak yang mengajar di sekolah negeri.  

Selain honor yang terpenuhi, guru dan tenaga kontrak diikutkan sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, yang dibayarkan oleh pemerintah. 

Pihaknya akan terus mengawal kesejahteraan guru. Di antaranya memperjuangkan status tenaga kontrak menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPPK).

“Kita akan terus bergerak bersama dengan teman-teman honor, sehingga ketika status mereka dari guru honor bisa lolos menjadi ASN PPPK. Insya Allah dari sisi kesejahteraan akan lebih baik lagi. Tetapi memang yang harus dikawal, supaya tidak memberatkan guru dan pemerintah daerah,” harapnya. 

Sementara itu, Wali Kota Tarakan Khairul menilai bidang pendidikan berada pada urutan pertama program unggulan Pemkot Tarakan. Karena itu, peranan para guru dinilai menjadi vital dalam mensukseskan program unggulan Pemkot Tarakan. Khususnya di bidang pendidikan dan mencapai visi, menjadi kota maju dan sejahtera melalui Smart City.

“Salah satu indikator dari Smart City ituSmart People. Yang berperan tentu dunia pendidikan, dan saya sudah sampaikan bisnisnya dunia pendidikan adalah guru. Warna dari generasi berikutnya tentu sangat ditentukan dari peran guru. Bagaimana mencetak kader-kader bangsa,” harap Khairul. 

Pemkot Tarakan telah memperhatikan kesejahteraan guru terutama guru kontrak. Jika di awal ia menjabat, ada guru kontrak yang digaji Rp 300 ribu- Rp 500 ribu, kini sudah mencapai Rp 4 juta.

Pemkot Tarakan memberikan insentif Rp 700 ribu setiap guru. Baik yang mengajar maupun tidak. Selain itu, guru kontrak juga mendapat insentif dari Pemprov Kaltara Rp 500 ribu. Guru kontrak juga mendapatkan honor yang dihitung lamanya mengajar. Ditambah lagi sertifikasi. 

“Cukuplah dibanding kalau misalnya UMK. Walaupun kita mau bilang sejahtera, ya tingkat sejahtera sangat tergantung pada hati juga, bersyukur apa tidak,” tuturnya. (mrs/uno)