NUNUKAN – Kondisi tiga kantor camat di Krayan, Kabupaten Nunukan, yang belum difungsikan, akhirnya mendapat tanggapan dari Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid. 

Bupati memastikan penyelesaian gedung Kantor Camat di dataran tinggi Krayan pada awal tahun 2022. “Ini mengenai pembiayaan. Jadi kita bertahap, tapi sebenarnya sudah clear, tinggal finishing. Itu tidak membutuhkan biaya yang banyak, Insya Allah tahun depan sudah sempurna,” ujarnya, kemarin (24/11).

Kondisi kantor camat yang belum difungsikan tersebut mencuat, saat Anggota DPRD Nunukan Gat Khaleb mengeluhkan lambannya proyek pembangunan. Tiga gedung Kantor Camat, masing-masing Krayan Tengah, Krayan Timur dan Krayan Barat.

“Ini masalah pelayanan, silakan lihat. Di tiga Kecamatan Krayan yang kantornya belum selesai dibangun, para pejabatnya berkantor di gedung sekolah dan kantor desa,” tuturnya, Senin lalu (22/11). 

Menurut Gat, biaya untuk finishing tidak butuh alokasi bernilai miliaran. “Kalau dibilang prioritas, itu sangat dibutuhkan. Kalau alasan defisit, masih banyak pembangunan berjalan di Nunukan,” tuturnya. 

Bahkan, pihak sekolah bersurat ke DPRD Nunukan agar bisa memindahkan pelayanan kantor Camat ke lokasi lain. Menyusul kebijakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang sudah mulai diterapkan. 

Gat mengaku prihatin dengan kinerja pemkab yang terkesan tidak adil. Pembangunan terus saja timpang dan lebih terkonsentrasi di perkotaan. Padahal, pelayanan Kantor Camat yang begitu dibutuhkan masyarakat pedalaman seakan terbengkalai. “Ini soal keseriusan dan komitmen kita. Berulang kali saya bicara, hasilnya masih begitu terus, sampai putus asa saya,” keluhnya. (*/lik/*/viq/uno)