NUNUKAN – Masih dalam rangkaian agenda kunjungan kerja (kunker) Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Drs H Zainal Arifin Paliwang SH M.Hum di Kecamatan Lumbis Pansiangan, Kabupaten Nunukan.

Setelah usai launching Paket Wisata Gerbang Satria, Gubernur beserta rombongan melanjutkan untuk meninjau pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Kecamatan Lumbis Pansiangan, Sabtu lalu (20/11).

Butuh waktu sekitar 20 menit untuk tiba ke lokasi PLBN dari desa Labang, Kecamatan Lubis Pansiangan menggunakan long boat. Setibanya di PLBN, Gubernur menggelar pertemuan dan mendengarkan pemaparan dari pihak PT Adhi, selaku penanggungjawab proyek pembangunan PLBN tersebut.

Bertujuan untuk mengetahui perencanaan pembangunan dan sudah sejauhmana tahap pembangunannya. Pembangunan PLBN tersebut dialokasikan melalui APBN.

Gubernur Zainal berkeinginan pembangunan PLBN ini dapat segera rampung dan sesuai target. Dimana targetnya pada November tahun 2022 mendatang dapat segera diresmikan.

“Biar aktivitas antar negara dapat berjalan dengan baik,” ujar mantan Wakapolda Kaltara ini. Melihat potensi serapan pekerja dalam pembangunan PLBN ini, Gubernur Zainal meminta agar masyarakat. Khususnya yang ada di Kecamatan Lumbis Pansiangan dapat diberdayakan dan dilibatkan langsung.

“Saya titip, misal ada butuh pekerjaan-pekerjaan seperti tenaga kasar tidak perlu membawa tenaga dari luar. Cukup berdayakan masyarakat yang ada di sekitar sini,” pesannya.

Gubernur Zainal tidak ingin masyarakat sekitar hanya sebagai penonton. Meskipun harus dimaklumi, bahwa terdapat pekerjaan-pekerjaan yang bersifat khusus dan dikerjakan tenaga ahli. Tentunya hal ini demi kebaikan semua, untuk mewujudkan Kaltara yang Berubah, Maju dan Sejahtera.

“Bersinergi yang baik antar negara tetangga dan bisa saling menguntungkan antar dua negara,” tuturnya.

Project Enginner PT Adhi, Syafruddin mengakui, serapan tenaga kerja lokal yang ada di lokasi PLBN tersebut sudah ada. PT Adhi melibatkan masyarakat lokal dalam pembangunan PLBN, khususnya tenaga pengangkut material maupun orang seperti motoris long boat.

“Ya karena sifatnya motoris ini kan skill. Tidak semua orang bisa mengemudikan long boat, jadi kita libatkan dari warga sekitar yang memang paham kondisi medan,” ujar Syafruddin.

Tidak hanya melibatkan tenaga kerja lokal, Syafruddin menambahkan terkait bahan material alam juga memberdayakan masyarakat setempat. Untuk pemenuhan kebutuhan dalam proses pembangunan PLBN.

“Karena lokasi kita tidak memungkinkan untuk mendatangkan material dalam jumlah besar dari luar. Kondisi jiram di sini tidak dapat dimasuki kapal angkutan besar. Sehingga kita berdayakan dengan material yang ada di sekitar, untuk pembangunan proyek ini,” pungkasnya. (el.r/dkisp-kaltara)