NUNUKAN – Dalam mewujudkan 10 program pokok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) hingga pelosok negeri, Tim Penggerak (TP) PKK Kaltara menggelar kegiatan pembinaan bagi kadernya, di Kecamatan Krayan Induk dan Krayan Barat, Kabupaten Nunukan.

Bertujuan untuk memberikan motivasi dan penguatan kelembagaan serta kemandirian kader PKK. Para kader dapat menjadi fasilitator untuk menghubungkan program PKK ke masyarakat.

Kegiatan yang sudah terlaksana pada 16-17 November lalu, merupakan rangkaian kunjungan kerja TP-PKK Kaltara di wilayah perbatasan ini. Ketua TP PKK Kaltara Hj Rachmawati Zainal merasa bahagia karena dapat berkunjung ke Krayan untuk kedua kalinya.

“Ke depan, kami akan terus berkunjung ke Krayan untuk bisa langsung bertemu dengan masyarakat. Supaya kami bisa melihat langsung keadaan masyarakat di perbatasan ini, tidak hanya mendengar dari orang lain,” ujar Rachmawati, saat membuka kegiatan pembinaan di aula Balai Pertemuan Umum, Long Bawan, Kecamatan Krayan Induk, Selasa pekan lalu (16/11).

Dengan adanya pembinaan, diharapkan kader di Krayan menjadi perpanjangan tangan TP PKK Kaltara. Untuk meneruskan ilmu yang diperoleh nanti, sebagai kepanjangan tangan masyarakat yang berada di desa-desa.

Pada hari berikutnya, Rabu (17/11), TP PKK melakukan pembinaan ke Desa Lembudud, Krayan Barat. Rachmawati terharu ketika mengetahui jumlah anggota aktif binaan TP PKK Krayan Barat mencapai 800 orang.

“Saya terkejut waktu datang disambut meriah sekali. Masuk ke gedung lebih terkejut lagi, karena banyak sekali orang yang mengenakan pakaian PKK. Kita tahu PKK ini tidak digaji, hanya misi kemanusiaan, sebagai perpanjangan tangan TP PKK Provinisi ke desa-desa lainnya,” ujarnya.

TP PKK Kaltara sebagi mitra pemerintah, membantu menyukseskan visi-misi Gubernur dan Wakil Gubernur membangun desa, menata kota. Dengan memprioritaskan pembangunan desa dalam hal meningkatkan kualitas SDM, menurunkan angka kemiskinan, menurunkan angka stunting hingga memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19.

Pembinaan dilakukan dengan cara diskusi kelompok, yang dibagi sesuai dengan program kerja (pokja) masing-masing bidang. Melalui diskusi ini, kader PKK dapat lebih fokus mendapatkan pembinaan dari koordinator pokja provinsi. (ahy/dkisp-kaltara)