TANJUNG SELOR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan perlahan-lahan merealisasikan yang menjadi keinginan masyarakat. Salah satunya untuk memfungsikan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU).

PJU yang sebelumnya menggunakan tenaga surya, dialihkan menjadi listrik. Seperti di Jalan Kolonel Soetadji, PJU sudah kembali berfungsi. Sebagai penerangan bagi pengendara yang melintas.

Bupati Bulungan Syarwani menjelaskan, pengalihan pada sistem jaringan listrik dari yang semula PJU tenaga surya, untuk menjaga keselamatan dan keamanan pengguna jalan. Sehingga memastikan lampu PJU dapat berfungsi sesuai dengan yang diharapkan.

Alhamdulillah ada beberapa titik yang sudah berfungsi. Seperti sepanjang ruas Jalan Kolonel Soetadji, Simpang Jalan Durian hingga jalan wilayah masjid Agung Istiqomah Tanjung Selor,” sebut Bupati, kemarin (23/11).

Menurut Syarwani, ada 17 tiang dengan 34 lampu yang sudah berfungsi. Pengalihan sistem jaringan listrik pada PJU ini merupakan hasil usulan pemkab kepada PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Kaltara.

“Selanjutnya akan dilakukan pengalihan untuk ruas Jalan Jelarai hingga Sengkawit atau Tugu Cinta Damai. Termasuk jalan di depan Kantor Bupati,” ungkapnya.

Mengenai pasokan daya listrik Bulungan saat ini 28 Megawatt, dengan beban puncak daya 15 Megawatt, dan cadangan tersedia 13 Megawatt. Tak hanya wilayah Tanjung Selor, lanjut Syarwani, informasi PLN UP3 Kaltara rencananya 24 ribu titik PJU Tenaga Surya akan disebar dan dipasang. Khususnya di sejumlah jalan desa dan pelosok di lima kabupaten/kota di Kaltara.

“Informasinya untuk Kabupaten Bulungan akan dipasang 5 ribu titik PJU TS,” ujarnya.

Manager PLN UP3 Kaltara Suparje Wardiyono saat dikonfirmasi membenarkan, bahwa sebagian PJU sudah kembali difungsikan. Dia mengatakan, terkait PJU, pihaknya akan memproses permohonan dari Pemkab Bulungan. Beberapa titik sudah menyala, sebagian lainnya sedang proses.

“Jalan Kolonel Soetadji, PJU sudah menyala. Untuk PJU di Jelarai I, II dan III masih proses pemasangan. Sedangkan PJU di Long Beluah tahap survei,” jelas Suparje.

Menurut Suparje, sebelum proses penyalaan PJU ada tahapan yang dilalui. Bermula dari permohonan, survei bersama, pembayaran, pemasangan dan penyalaan. Dari total 5 titik itu, total daya yang dibutuhkan 14.900 VA (Volt Ampere). Sebelum PJU nyala, dilakukan pembayaran biaya penyambungan dan uang jaminan langganan Rp 18,7 juta. Termasuk pembayaran ke PLN di luar material dan jasa instalasi PJU yang ditanggung dan dikeluarkan Pemkab Bulungan.

“Material dan jasa instalasi PJU yang dianggarkan dan disiapkan Pemkab Bulungan langsung ke Instalatir,” imbuhnya. Untuk PJU Jalan Sengkawit, diakui Suparje, belum ada usulan tambahan. Namun, pada prinsipnya jika ada permohonan segera diproses.(uno2)