TANJUNG SELOR -  Rencana pembangunan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltara, belum dilaksanakan. Meski sudah dua kali berpindah lokasi, namun pembangunannya masih menunggu anggaran di tahun 2022 mendatang.

Kepada media ini, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPR Perkim) Kaltara, Datu Iman Suramenggala mengungkapkan, pembangunan gedung DPRD Kaltara terus berproses. Hanya saja, pihaknya belum melaksanakan pembangunan. Hal ini diakibatkan belum ada anggaran yang turun. Terlebih lagi, Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) belum ditandatangani.

"Setelah penandatanganan KUA PPAS, nanti diketahui berapa anggarannya.  Informasinya, KUA PPAS ditandatangani dalam waktu dekat," terangnya, Selasa (23/11).

Usulan anggaran, sudah diusulkan. Namun mantan Kepala Bidang Laut dan ASDP, Dishub Kaltara itu, belum bisa membeberkan usulan nya. Sebab, usulan itu masih akan dibahas setelah penandatanganan KUA PPAS. Pembahasan nantinya akan dilanjutkan oleh Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kaltara dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemprov Kaltara.

"Yang membahas anggaran adalah TAPD dan Banggar. Jadi kita masih menunggu. Berapa anggaran yang disetujui. Apakah dianggarkan, atau tidak itu yang menentukan Banggar dan TAPD," jelasnya.

Di sisi lain, pihaknya tidak banyak berkomentar. Termasuk mengenai kebutuhan anggaran. Meski sebelumnya, dikatakan Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang, pembangunan gedung itu, memakan biaya sebesar RP 200 sampai Rp 220 miliar.

"Evaluasi kebutuhan anggaran, belum bisa dilakukan. Ada uang dikerjakan, tidak ada kita menunggu dianggarkan," ungkapnya.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kaltara Andi Akbar mengatakan, meski ada pemindahan lokasi yang dilakukan, ia berharap pembangunan segera terlaksana. Dengan skema multiyears, lanjutnya, ditargetkan selesai di  tahun 2023.  Jika terdapat kekurangan pada fiskal nantinya, pihaknya tidak mempermasalahkan penyelesaian landscape gedung terjadi di tahun 2023.

"Pembangunan fisik gedung, kami harap selesai pada akhir 2022. Lebih baik bangunan dulu, landscape taman nanti di belakang menyusul saja. Karena terpenting itu bangunan gedung," ujarnya. (fai)