SEBATIK – Pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) Persatuan Islam (PERSIS) Kalimantan Utara (Kaltara) di Sebatik, Kabupaten Nunukan, ditutup Gubernur Kaltara Drs Zainal Arifin Paliwang SH M.Hum. 

Bahkan, Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid turut menghadiri penutupan muswil tersebut. Usai penutupan, gubernur melanjutkan dengan peletakan batu pertama asrama putra PERSIS Sebatik Barat. 

Kedatangan dua pemimpin ini disambut hangat masyarakat, dengan iringan alat musik menyerupai gong. Tarian khas suku Bugis yang menjadi suku mayoritas masyarakat di daerah setempat, serta barisan siswa-siswi.

“Terima kasih kepada pantia penyelenggara kegiatan ini. Terlihat jelas keberlangsungannya telah menerapkan protokol kesehatan. Ini merupakan bukti bahwa pesantren di Sebatik telah bersinergi dengan pemerintah daerah, dalam menanggulangi Covid-19,” jelas Gubernur. 

Untuk pembangunan gedung asrama tersebut, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pondok pesantren. Dalam memberi layanan pendidikan agama Islam, yang baik di tingkat nasional hingga internasional. Karena posisinya yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.

Saat penutupan muswil tersebut Gubernur dan Bupati Nunukan menerima cinderamata dari Pimpinan Wilayah PERSIS Kaltara dan Pimpinan Pusat PERSIS Bidang Jam’iyyah. 

Ketua Panitia Sholeh Rauf berharap seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan lancar, tertib, aman, dan sukses. Dalam kesempatan tersebut, pria yang juga Ketua IDI Nunukan itu menyampaikan, kegiatan muswil yang berlangsung pada Minggu lalu (21/11) menghasilkan beberapa rekomendasi. Terkait usulan Peraturan Daerah (Perda) mendatang dan penunjukan Ketua PERSIS Sebatik selanjutnya.

“Selain muswil dan peletakan batu pertama, kami telah mengadakan kegiatan bakti sosial bersama IDI di Nunukan. Jadi kami menghadirkan empat pelayanan spesialis seperti kandungan, penyakit dalam, penyakit kulit, dan penyakit anak,” terangnya.

Sholeh juga memaparkan, kegiatan ini dilangsungkan dengan pemberian vaksin untuk masyarakat setempat serta sunatan massal kepada 1.500 anak. Dengan melibatkan sekitar 20 dokter dan 20 tenaga medis. (dkisp/kaltara)