TARAKAN – Aksi nekat pria berinisial DD (33) mencuri sebuah televisi milik tetangganya di Gang Sentono, RT 24 Kelurahan Pamusian, Tarakan Tengah sekitar pukul 03.44 Wita, Sabtu lalu (20/11). Pria itu mencuri agar bisa bermain judi online. 

Aksi tersangka diketahui melalui rekaman Circuit Closed Television (CCTV) di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kapolsek Tarakan Timur AKP Faisal menjelaskan, tersangka saat itu menaiki lantai 2 rumah korban. Setelah masuk ke rumah korban, DD langsung mengambil 1 unit TV yang dibungkusnya ke dalam sarung. 

Memastikan kondisi aman, tersangka turun ke samping rumah korban. “Televisi dipikul DD hingga melewati Gang IV menuju ke rumahnya. Saat melewati Gang IV ini aksinya terekam CCTV. Polisi menindaklanjuti temuan CCTV ini dengan membuat profil tersangka,” terangnya, Senin (22/11). 

Usai menyusun profil, tersangka diketahui tinggal di gang sebelah rumah korban. Pencarian dilakukan, hingga didapati pelaku sedang nongkrong di rumah tetangganya. DD pun pasrah digiring ke Polsek Tarakan Timur, sekira pukul 22.30 Wita, Sabtu malam untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“Bhabinkamtibmas yang menemukan CCTV, kami telusuri untuk pastikan tersangkanya. Jadi, kurang dari 24 jam DD kami bekuk. Pengakuannya, televisi digadai sama temannya Rp 1,5 juta. Uangnya sebagian digunakan bermain judi slot dan sisanya untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya. 

Akhirnya polisi turut mengamankan barang bukti berupa televisi ukuran 50 inci di rumah teman tersangka. Sebenarnya korban mengalami kerugian mencapai Rp 12 juta. DD diduga sudah biasa melakukan pencurian. Namun polisi masih mengembangkan dugaan TKP lain yang sudah menjadi lokasi pencurian. 

Menurut Faisal, tersangka merupakan residivis kasus narkotika dan tidak memiliki pekerjaan tetap. Parahnya lagi, DD ketagihan bermain judi online atau slot. Warga sekitar sudah menduga, beberapa kali kasus pencurian yang dilakukan DD. Namun, saat diinterogasi, DD tidak mengakui perbuatan pencurian lain di sekitar rumahnya. Tersangka pun dikenakan Pasal 363 ayat 1 ke 3 dengan ancaman minimal 5 tahun penjara. (sas/uno)