TARAKAN – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Drs Zainal Arifin Paliwang SH M.Hum lakukan inspeksi mendadak (sidak) di RSUD Tarakan, Kamis lalu (18/11). Sidak tersebut untuk meninjau sekaligus fasilitas dinas yang digunakan para pegawai.

Fasilitas yang ditinjau yakni peralatan kesehatan, kendaraan dinas, koperasi serta kantin di RSUD Tarakan. Zainal mengakui, sidak dilakukan karena ada laporan yang diterima terkait kendaraan dinas yang tidak sesuai peruntukan.

“Kami dapat laporan ada dua dokter spesialis yang tidak mendapatkan kendaraan dinas. Jadi saya cek, kemudian ini kendaraan khusus untuk kerja, pelayanan agar jangan dipakai rekreasi,” terangnya.

Tidak hanya kendaraan dinas, terdapat pula fasilitas kesehatan seperti hand sanitizer yang harus selalu disediakan untuk pelayanan. “Dimana ada terkumpul orang banyak harus ada hand sanitizer. Nanti saya cek lagi harus ada,” ungkapnya.

Sidak berlanjut ke kantin di RSUD. Menurut Gubernur, untuk kantin ini haruslah dilelang. Saat ini kantin RSUD Tarakan dikelola pihak Dharma Wanita. Usai dari kantin, Zainal menuju koperasi. Berdasarkan hasil yang diterima dari pengelola, tidak ada Rapat Anggota Tahunan (RAT) setahun terakhir.

“Tak ada RAT alasannya karena pandemi. Tapi ke depan harus ada catatan keuntungan tiap tahun berapa,” beber Zainal.

Kepala Badan Keuangan Aset Daerah (BKAD) Kaltara Denny Harianto mengungkapkan, saat ini kendaraan dinas telah sesuai dengan peruntukan. Terdapat sekitar 61 unit kendaraan dinas di RSUD Tarakan. Termasuk ambulan, mobil dinas dan sepeda motor.

Denny menambahkan, peruntukan kendaraan dinas ini untuk ASN maksimal hingga eselon III serta dokter spesialis. Terdapat pula kendaraan dengan kondisi rusak berat sebanyak 8 unit dan rusak ringan 4 unit. (agc/dkisp-kaltara)