TARAKAN -Upah Minimum Kota (UMK) Tarakan dijadwalkan dibahas Dewan Pengupahan Kota (DPKO) Tarakan hari ini (22/11). 

Jelang pembahasan, serikat buruh bertemu dengan Wali Kota Tarakan Khairul pada Minggu (21/11). Untuk menyampaikan keluhan terkait Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan yang menjadi landasan pembahasan UMK.

“Dari serikat pekerja silaturahmi dengan kepala daerah, dalam menyikapi PP 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan. Serikat pekerja ini mengeluhkan karena dari rumus yang ada di PP itu, kenaikannya masih kecil,” ujar Wali Kota Khairul.

Mantan Sekretaris Daerah Tarakan ini belum bisa bersikap menanggapi aspirasi tersebut. Ia menyerahkan kepada Dewan Pengupahan Kota Tarakan, untuk membahasnya. 

Khairul hanya berharap pertemuan nanti bisa mendapatkan jalan tengah, untuk menyikapi rencana demo yang akan dilakukan serikat buruh pada 23 November nanti.

“Mudah-mudahan besok (hari ini, Red) bertemu, dimediasi oleh pemerintah daerah dan mudah-mudahan ada solusi dari menyikapi PP 36,” harap Khairul.

Sementara itu, Ketua Serikat Pekerja (SP) kahutindo Tarakan Rudi membenarkan pertemuan tersebut hanya silaturahmi yang difasilitasi oleh Polres Tarakan. Menurut Rudi, baik dari Pemerintah Kota Tarakan maupun Polres Tarakan berharap dalam pembahasan berjalan sesuai rencana. 

Kesempatan itu sendiri dimanfaatkan serikat buruh untuk menyampaikan keluhan. Akan tetapi, Rudi enggan membeberkan hasil pertemuannya karena masih dalam proses perundingan. 

Berkaitan ketidakhadiran serikat buruh pada dua pertemuan sebelumnya, Rudi membantah jika pihaknya tidak hadir pada undangan pertama. “Pertemuan awal pemerintah kota dan ada perwakilan dari buruh walaupun itu belum lengkap. Kalau perwakilan dari Apindo tidak ada sama sekali. Untuk pembahasan kedua, serikat pekerja belum menyatukan persepsi mengelola data ini. Sehingga kami memutuskan belum siap untuk bernego,” bebernya. 

Namun, Rudi menegaskan sudah siap untuk bernegosiasi pada pertemuan Senin nanti. Rudi menyerahkan keputusan dari hasil pertemuan tersebut. Sementara disinggung rencana demo, Rudi menegaskan itu akan dilaksanakan jika tuntutan tidak dipenuhi. (mrs/uno)