TANJUNG SELOR –Untuk Subsidi Ongkos Angkut (SOA) Barang, saat ini realisasinya sudah 90 persen. Bahkan, ada beberapa daerah sudah 100 persen realisasinya. 

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Kaltara Hasriyani. Menurut dia, baik di Nunukan maupun Malinau sudah mencapai 90 persen. 

Bahkan beberapa daerah seperti Seimenggaris dan Krayan sudah terealisasi 100 persen. “Nunukan itu masih ada beberapa yang belum 100 persen. Saya kurang ingat datanya, namun dipastikan tinggal sedikit lagi. Bahkan ada yang bakal habis di akhir November ini. Kalau di Malinau, ada Long Sule yang masih menyesuaikan dan menunggu momen Natal,” terangnya, Minggu (21/11).

Di Long Sule, disesuaikan karena jumlah masyarakat yang tidak banyak. Sehingga disesuaikan kebutuhan. Ada juga Sungai Tubuh dan Mentarang yang tengah berjalan. Khusus untuk Krayan, meski telah terealisasi 100 persen, masyarakat tidak akan kesulitan mendapatkan barang dengan harga terjangkau. 

Meski dari informasi yang beredar, elpiji serta barang atau bahan pokok mahal. Tapi masih bisa terakomodir dengan dibukanya kran perdagangan di perbatasan. “Kalau elpiji, memang tak ada dari kita. Itu dari Malaysia dan perdagangan perbatasan sudah terbuka oleh mitra koperasi,” tutur Hasriyani. 

Pemkab Nunukan minta difasilitasi ke kementerian terkait. Agar perdagangan perbatasan dibuka, khususnya di Krayan dan Sarawak, serta Ba'kelalan di Malaysia. Sejak Februari 2021, sudah ada pengiriman barang dan itu berjalan. Termasuk elpiji, Krayan mendapatkan suplai 1.000 tabung dari pihak Malaysia.

“Kita masih menunggu informasi dari Konsulat Jenderal (Konjen) Indonesia yang berada di Malaysia,” tuturnya. (fai/uno)