TARAKAN - Mesti pemerintah sudah mengatur Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 se-Indonesia pada 24 Desember mendatang, Palang Merah Indonesia (PMI) Tarakan akan mempersiapkan stok darah plasma konvalesen. Terlebih jika nanti ada peningkatan permintaan darah plasma konvalesen yang digunakan sebagai pengobatan alternatif penyelamatan pasien Covid-19.

Sekretaris PMI Tarakan, Amrin mengatakan, pihaknya sudah diinstruksikan PMI Kaltara dan PMI Pusat untuk mempersiapkan diri menghadapi jika terjadinya gelombang ketiga. Dalam arti lonjakan penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19. "Khususnya dalam hal membantu pemenuhan kebutuhan darah plasma untuk pasien Covid-19," katanya, kemarin (20/11).

Dikatakannya, sejauh ini, pihaknya sudah menyiapkan 24 kantong darah plasma konvalesen yang diambil secara konvesional atau menggunakan kantong 450 mililiter (ml). Hal ini guna mengantisipasi ketika meningkatnya permintaan akan darah plasma konvalesen. Namun, jika ternyata masih ada kekurangan stok darah, pihaknya akan melakukan koordinasi ke PMI Balikpapan yang memiliki stok kantong darah plasma konvalesen lebih banyak. "Semua sudah diatur, jadi planning kita siapkan bila stok kantong darah kita kurang. Nanti stok kantong darah yang ada di PMI Balikpapan akan digeser ke PMI Tarakan," jelasnya.

Selain mempersiapkan stok kantong darah plasma konvalesen, pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan untuk melakukan pendataan ulang orang-orang penyintas Covid-19. Menurutnya, pendataan terhadap orang-orang penyintas Covid-19 ini sangat penting dilakukan. Sehingga, saat ada permintaan darah, PMI Tarakan sudah memiliki data orang-orang yang terkena Covid-19 dan memenuhi syarat untuk dilakukan pengambilan darah. "Minimal kami sudah mengetahui golongan darahnya apa," ungkapnya.

Sejauh ini, lanjut Amrin, belum ada permintaan darah plasma konvalesen. Selain karena RSUD Kaltara sudah memiliki alat yang digunakan untuk mengakomodir kebutuhan darah, jumlah pasien Covid-19 yang sedang dalam perawatan juga mengalami penurunan yang signifikan. Kapasitas PMI Tarakan hanya sebagai cadangan kebutuhan darah dari RSUD Kaltara.

"Kalau dari RSUD Kaltara mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan darah, nanti kami bantu dengan melakukan pengambilan darah secara konvensional di PMI Tarakan," imbuhnya. (sas/har)