TANJUNG SELOR - Bidang Statistik Dinas Komunikasi dan Informatika Statistik dan Persandian (DKISP) Kalimantan Utara telah lakukan pendampingan, untuk mengentri data statistik sektoral Kabupaten Nunukan ke aplikasi Sistem Informasi Data Statistik Sektoral Provinsi Kaltara yang Cepat, Akurat, Nirbiaya, Transparan, Informatif dan Konkrit (SIDARA Cantik). 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DKISP Kaltara H Iskandar S.IP.,M.Si melalui Kepala Bidang Statistik Sektoral Jufri S.Hut mengatakan, ruang data untuk lima kabupaten dan kota pada aplikasi SIDARA Cantik telah tersedia. Namun baru Kabupaten Nunukan yang melakukan proses kompilasi produk administrasi via aplikasi tersebut. Saat ini Diskominfotik Nunukan telah memulai pengentrian data.

“Tahun lalu kami telah melakukan sosialisasi ke kabupaten dan kota, mengenai satu data Indonesia dan aplikasi SIDARA Cantik. Ini dilakukan agar adanya kesamaan data sektoral yang valid dan mudah diakses,” jelasnya, Kamis lalu (18/11). 

Khusus untuk Nunukan, DKISP Kaltara sudah lakukan pelatihan-pelatihan kepada operator di setiap organisasi perangkat daerah (OPD). Untuk memudahkan proses pengolahan data sektoral tersebut.

Proses pengolahan data ini sesuai Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia dan Surat Edaran Gubernur Kalimantan Utara Nomor 049/ 1494.5/DISKOMINFO/GUB tentang dukungan penyelenggaraan kegiatan konsepsi satu data dan peran Dinas Komunikasi dan Informatika sebagai walidata.

Dikatakan Jufri, percepatan penginputan data perlu dilakukan karena sudah memasuki November. Namun, sebelum diverifikasi perlu di buat Surat Keputusan (SK) Bupati mengenai tim verifikasi. Dengan melibatkan BPS dan Diskominfotik Nunukan. Tim ini yang nantinya akan memverifikasi seluruh data sektoral tersebut sebelum dirilis ke publik.

Sementara itu, Plt Kepala Diskominfotik Nunukan Kaharuddin mengatakan, data sangat dibutuhkan dalam program pembangunan. Namun, terkadang mengalami kendala dalam proses pengumpulan data tersebut. Dikarenakan beberapa OPD belum memahami proses pengentrian data. Bahkan ada OPD yang enggan memberikan data dengan berbagai alasan.

“Kendala inilah yang membuat proses pengentrian data sedikit terlambat. Ke depan kami berusaha memacu operator di setiap OPD, agar lebih cepat dalam proses pengolahan data,” ungkapnya. 

Menurutnya, faktor lain yang ikut mempengaruhi keterlambatan ini, adanya wabah pandemi Covid-19 dalam dua tahun terakhir. “Harapan kami agar pihak Pemprov. Kaltara kembali membuka ruang untuk hal-hal yang bersifat teknis. Mengenai proses kompilasi produk administrasi ke dalam aplikasi SIDARA Cantik,” pungkasnya. (Bid/Statistik/els/dkisp-kaltara)