TARAKAN–Sidak ke rumah sakit milik Pemprov Kaltara dilakukan Zainal (18/11), sekitar pukul 10.32 Wita. Zainal tampak tegas menanyakan hal-hal yang janggal. Mulai aset mobil dinas yang digunakan dokter spesialis, pengelolaan kantin, koperasi, hingga pelayanan kesehatan. "Ya segera, dalam waktu dekat," tegas Gubernur Zainal kepada awak media, ditemui seusai kegiatan. Menurut mantan Wakapolda Kaltara itu, sidak yang dilakukannya untuk mengecek kebenaran laporan yang diterima. Misalnya terkait mobil dinas, karena dari laporan ada dokter spesialis yang belum mendapatkan mobil dinas. 

"Padahal di sini (RSUD Tarakan) puluhan kendaraan dinas ada di rumah sakit. Makanya saya cek setiap menerima laporan dari siapa pun," tuturnya. 

Dari hasil pemeriksaan, Zainal menyebut, semua dokter spesialis sudah mendapatkan mobil dinas. Laporan yang diterimanya pun dipastikan tidak benar. "Kami sudah cek, jumlah kendaraan sudah sesuai, yang rusak berat ada delapan, rusak ringan empat, selebihnya kondisi baik. Dan setelah kami cek, semua dokter spesialis ada kendaraannya. Hari ini saya bisa pastikan bahwa itu tidak betul," tegas Zainal. 

Namun, untuk bagian pelayanan, Zainal harus mengakui memang perlu pembenahan. Misalnya untuk pelayanan di unit gawat darurat (UGD), dia meminta agar dokter jaga lebih cepat menangani pasien. "Kami minta nanti terutama UGD untuk dokter itu kalau ada pasien cepat datang. Jangan lambat-lambat, kasihan pasien menunggu dokter," pintanya. Di kantin, dia meminta manajemen RSUD Tarakan untuk melakukan lelang dalam menentukan pengelola kantin. Karena bisa jadi temuan jika tidak dilakukan lelang. "Dua kantin di rumah sakit harus lelang, dan setiap pemasukan dan penyetoran itu harus jelas," tegasnya.

Terhadap pengelolaan koperasi, dia hanya mengingatkan agar dilakukan rapat anggota tahunan (RAT). Gubernur pun bisa memaklumi jika tahun kemarin tidak digelar RAT karena pandemi Covid-19. “Tahun depan atau awal 2022 supaya dibuat RAT, sehingga semua pengurus dan anggota koperasi mengetahui berapa sih keuntungan tiap tahun," jelasnya.

Informasi yang diperoleh gubernur, setiap bulan koperasi di RSUD Tarakan menghasilkan lebih dari Rp 100 juta. Jika diperkirakan setiap tahun menerima pemasukan Rp 1,3 miliar. Terkait pelayanan lainnya, Zainal tidak banyak menyoal. Namun, menyoroti kurangnya fasilitas penerapan protokol kesehatan seperti hand sanitizer dan tempat cuci tangan. 

"Setiap ada terkumpul massa di situ yang antre harus disiapkan hand sanitizer. Kemudian juga disiapkan cuci tangan di luar," kuncinya. (kpg/mrs/dra/k8)