TARAKAN – Hingga akhir Oktober 2021, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tarakan telah menerima Rp 7,4 miliar zakat masyarakat. Capaian itu masih di bawah target tahun ini sebesar Rp 8 miliar.  

Kepala Pelaksana Baznas Tarakan Syamsi Sarman tidak mau berspekulasi kemungkinan bisa merealisasikan target hingga akhir tahun. Karena jika berkaca pada penerimaan zakat setiap bulannya, Baznas Tarakan hanya menerima Rp 200 juta-Rp 300 juta. Sudah termasuk zakat profesi yang disalurkan dari Pegawai Negeri Sipil (PNS). 

“Tinggal dua bulan, saya tak akan berani memastikan masih dapat Rp 600 (juta) lagi untuk mencapai targat Rp 8 miliar,” ujar Syamsi kepada awak media, Selasa (16/11). 

Kalaupun ia optimis, lebih karena kondisi ekonomi. Misalnya jelang akhir tahun, pengerjaan proyek terus berjalan yang berdampak pada kesejahteraan karyawannya. Hal itu dinilai bisa meningkatkan pendapatan dari zakat profesi.

Meski demikian, Syamsi masih berharap penerimaan zakat tahun ini bisa mencapai target. Karena masyarakat dinilainya kembali antusias menyalurkan zakatnya. Ini dilihat saat bulan puasa, hingga kepedulian warga menyumbang ketika terjadi bencana kebakaran di RT 03 Kelurahan Sebengkok. Meskipun masih dalam kondisi pandemi Covid-19. 

Alhamdulillah itu berdampak kepada penerimaan zakat. Sehingga kita tembus di angka Rp 7,4 miliar. Mudah-mudahan sampai Rp 8 miliar,” harapnya. 

Jika dibandingkan tahun lalu, capaian tahun ini sudah lebih baik. Tahun 2020 Baznas Tarakan hanya merealisasikan Rp 6 miliar dari target Rp 8 miliar. Hal ini dipengaruhi awal pandemi Covid-19.

Baznas Tarakan dalam tiga tahun terakhir ini tidak menaikkan target. Pada 2019, penerimaan mampu mencapai Rp 8 miliar. Akan tetapi pada 2020, target tidak terealisasi karena dampak pandemi Covid-19. 

Syamsi mengakui sebagian besar muzakki Baznas Tarakan merupakan ASN. Baik di lingkungan Pemkot Tarakan maupun instansi vertikal, pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan pegawai swasta. Selebihnya pedagang, petambak dan lain-lain. 

Adapun pendistribusiannya, Baznas Tarakan telah menyalurkan hingga Rp 7,2 miliar. Di antaranya disalurkan untuk santunan bulanan 250 kepala keluarga, berupa kebutuhan pokok seperti beras, gula pasir, minyak goreng, dan lain-lain.

Pemberian santunan kepada 250 KK itu, tidak melihat kondisi ekonomi. Pandemi Covid-19 atau tidak, mereka harus tetap diberikan karena menjadi kebutuhan dasar. 

Termasuk juga membantu musibah kebakaran di RT 03 Kelurahan Sebengkok. Dimana Baznas Tarakan menyiapkan makanan untuk warga terdampak, yang mengungsi di tempat pengungian selama beberapa hari.

Sistem pengelolaan yang dilakukan Baznas Tarakan juga dipantau menggunakan sistem informasi dan manajemen Baznas secara aplikatif. Semua keuangan di Baznas Tarakan terhubung ke pusat. “Apapun yang kami terima dan keluarkan di Baznas Tarakan, itu dimonitor langsung melalui aplikasi oleh Baznas RI dan kami tidak boleh saving melebihi 10 persen, tahun itu,” tuturnya. (mrs/uno)