NUNUKAN –Untuk mengenang sejarah perjuangan dalam mempertahankan NKRI di tapal batas, TNI AL, Satgas Marinir bersama Satgas Pamtas RI– Malaysia Yonarmed 18/Komposit Buritkang menyusuri jejak konfrontasi RI–Malaysia.

Kegiatan yang digelar 12–15 November, dengan napak tilas jalanan bersejarah di Kecamatan Seimanggaris, Kabupaten Nunukan, yang menjadi rute perang. Melewati tiga desa, meliputi Sei Ular, Sei Kapal, dan Kampung Kanduangan, dengan jarak sekitar 25 kilometer (km).

Komandan Lantamal XIII/Tarakan Laksamana Pertama TNI Edi Krisna Murti mengatakan, kegiatan terlaksana untuk membangkitkan nilai-nilai patriotisme, nasionalisme dan heroisme. Serta kemanunggalan antara TNI AL melalui Lantamal XIII dengan rakyat yang ada di wilayah perbatasan.

“Kita melaksanakan kegiatan ini untuk mengingat perjuangan Dwikora. Kebetulan perjuangan di Sei Manggaris ini cukup unik. Karena banyak yang menjadi korban di Sei Manggaris dan Kalabakan,” jelasnya, Senin (15/11).

Dalam perjalanan, akan lakukan pengibaran bendera di Suar Karang Unarang perbatasan RI-Malaysia. Dilanjtukan tasyakuran mengenang Dwikora di Tugu Dwikora yang berada disisi barat Alun-alun Nunukan, Jalan Pattimura. 

Perjalanan diawali dengan menyusuri perbatasan, melalui jalur laut sejauh 8 NM. Dilanjutkan jalur darat sejauh 25 km, dan diakhiri dengan tabur bunga di Tebing Tanah Merah Siglayan Tempur.

Setelah berhasil melakukan Napak Tilas Operasi Dwikora di wilayah Sei Menggaris, melanjutkan dengan kirab kota. Kembali menyusuri jalanan sepanjang 11 km. Kedatangan mereka disambut antusias masyarakat Sebatik di perbatasan RI-Malaysia. 

Danlantamal berharap, Napak Tilas ini menjadi agenda rutin dan bisa menjadi kebanggaan. Khususnya bagi warga perbatasan RI di Sei Manggaris.

“Kegiatan seperti ini, bisa menambah kecintaan masyarakat kepada Indonesia. Sekaligus memperkuat rasa bela negara,” harapnya.

Rangkaian kegiatan lain, berupa khitanan massal. Tercatat 44 anak mendapat kesempatan untuk melaksanakan khitan secara gratis. (*/lik/*/viq/uno)