TARAKAN – Pencarian tim SAR gabungan di hari ketiga, dua korban Arfan (33) dan Riski (29) yang diduga kecelakaan laut, berhasil ditemukan, sekitar muara PT Idec Abadi Wood Industries (AWI), pukul 11.30 Wita, Senin (15/11).

Kedua korban ditemukan sudah meninggal dunia. Penemuan korban sejauh 700-800 meter dari Lokasi Kejadian Perkara (LKP). Dikatakan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tarakan Amiruddin melalui Kasi Ops Dede Hariana, kedua korban dievakuasi melalui dermaga Satpolair Polres Tarakan.

Untuk korban Arfan ditemukan sejauh 700 meter dari tempat yang diduga terbaliknya speedboat. Kemudian Riski, ditemukan 800 meter dari lokasi kejadian. “Kedua korban ditemukan dalam keadaan mengapung dan tengkurap,” katanya.

Kondisi tubuh korban belum bisa dipastikan dalam keadaan baik. Sebab, korban langsung dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, untuk divisum. Kondisi curah hujan dan arus laut yang cukup deras, sempat menyulitkan tim SAR gabungan lakukan pencarian.

“Tapi kita tetap melakukan pencarian. Akhirnya korban terakhir ditemukan satu jam sesudah korban kedua ditemukan,” ungkapnya.

Tim SAR gabungan yang lakukan pencarian melibatkan, personel Satpolair Polres Tarakan, keluarga korban dan masyarakat setempat. Sementara itu, pihaknya menurunkan 2 armada selama melakukan pencarian dan menurunkan 9 personel. Dede menegaskan, setelah ketiga korban ditemukan, operasi pencarian secara resmi ditutup.

“Agar masyarakat tak melakukan aktivitas di laut hingga tengah malam. Karena jarak pandang yang terbatas, apalagi tidak menggunakan alat penerangan,” imbaunya.

Sementara itu, Kasat Polair Polres Tarakan AKP Kamson Sitanggang menegaskan, akan melakukan penyelidikan terkait kejadian tersebut. Sebab, pihaknya mendapat informasi terkait dugaan tindakan kriminal yang dialami ketiga korban. “Tugas kita sekarang melakukan penyelidikan,” tegasnya.

Saat ini masih mengajukan permohonan kepada pihak RSUD Tarakan, terkait hasil visum ketiga korban. Pasalnya, hasil visum nantinya bisa menjadi dasar untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi yang pertama kali melihat kejadian itu. Termasuk yang melaporkan dari ABK kapal. Kami meminta kepada masyarakat yang tahu kejadian ini, tolong diinformasi kepada kami,” harapnya. (sas/uno)