TANJUNG SELOR – Bincang virtual bertema Inovasi Pelayanan Publik Selama Pandemi Covid-19 yang diselenggarakan Ombudsman Republik Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, Kamis lalu (11/11), dikuti Wakil Gubernur Kalimantan Utara Dr Yansen TP MSi.

Menurut Wagub, tema yang diambil cukup menarik. Sebab, dalam dua tahun terakhir semua menghadapi pandemi global Covid-19, yang menuntut orang beradaptasi dengan kehidupan kenormalan baru.

“Kita patut bersyukur sampai saat ini angka kasus positif terus melandai dan Kaltara sudah berada di PPKM Level II. Ini bukti kerja keras kita semua, termasuk Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 di kabupaten/kota,” ungkapnya.

Yansen mengatakan, sejak 2020 pandemi global ini telah berdampak terhadap pelayanan publik di berbagai bidang. Mulai bidang ekonomi, transportasi, kesehatan, pendidikan, penanganan bencana, administrasi kependudukan dan pencatatan sipil, hingga perizinan.

Namun demikian, arah inovasi harus tetap pada role yang sudah ditetapkan. Untuk mencapai efisiensi dan efektivitas, pemerintahan terbuka berbasis teknologi informasi, pelayanan melayani dan partisipatif, serta SDM aparatur yang kompeten dan kompetitif.

Dari empat hal tersebut, muaranya pelayanan yang lebih mudah, murah, cepat, dan manfaat. Data indeks inovasi tahun 2020 Balitbang Kemendagri, Provinsi Kaltara masih termasuk daerah kurang inovatif, dengan indeks nilai 220. Data indeks Kabupaten Malinau, Nunukan, dan Kota Tarakan termasuk kategori kosong. Lalu Kabupaten Bulungan kategori kurang inovatif. Hanya Kabupaten Tana Tidung masuk kategori inovatif.

“Puji syukur, 2021 ini indeks inovasi Kaltara pada aplikasi Innovation Government Award. Kita sudah masuk kategori sangat inovatif. Tahap inisiatif ada 6 inovasi. Tahap uji coba 7 inovasi. Lalu, tahap penerapan sudah 66 inovasi,” sebutnya.

Sejak masa pandemi Covid-19 ini, Pemprov Kaltara khususnya, memiliki beragam inovasi yang cukup bagus. Salah satunya, Sipelandukilat Smart. Inovasi ini berjalan di bidang pelayanan administrasi kependudukan di wilayah-wilayah pedalaman dan perbatasan.

Inovasi ini termasuk satu dari 5 pemenang Outstanding Acievement Public Service Innovation Kemenpan RB 2021. Pemprov juga menerapkan perizinan dan non perizinan secara daring, memanfaatkan aplikasi PESONA oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltara.

Selain itu, terdapat inovasi Kotak Sterilisasi Berkas Pemohon, menjadi juara II dalam lomba inovasi pelayanan publik. Dalam masa pandemi Covid-19 yang dilaksanakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Selama pendaftaran seleksi CPNS, pemberkasan ikut dilaksanakan secara daring. Demi menghindari kerumunan, untuk mencegah penularan Covid-19. Semuanya dilakukan dengan aplikasi berbasis laman atau website.

Di bidang kesehatan, terdapat inovasi pemberlakuan pendaftaran pasien tawat jalan secara daring. Melalui aplikasi berbasis laman maupun percakapan singkat seperti SMS, WhatsApp dan lainnya.

“Vaksinasi mobile juga kita terapkan dibantu oleh jajaran TNI/Polri. Latsar dan diklat kepemimpinan kita lakukan secara daring. Hal itu tak mudah, tetapi mampu sukses kita lakukan. Selain inovasi-inovasi itu, masih cukup banyak inovasi lainnya yang kita telah laksanakan,” tutup Yansen. (dkisp-kaltara)