TIDENG PALE – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) KTT Vamelia Ibrahim mengajak seluruh pihak, untuk turut andil mewujudkan PAUD Berkualitas.

Menurut Vamelia, PAUD yang berkualitas merupakan bagian dari misi Bupati dan Wakil Bupati KTT. Salah satunya meningkatkan sumber daya manusia (SDM). Anak usia dini mengalami perkembangan dan pertumbuhan sangat pesat dan menjadi pondasi pertumbuhan masa selanjutnya.

“Hingga usia 6 tahun, perkembangan kognitif anak mencapai 95 persen,” ujarnya, belum lama ini.

Apabila pertumbuhan dan perkembangan anak dimasa ini berlangsung optimal, maka berpotensi menjadi manusia unggul di masa mendatang. Mengingat, pentingnya masa usia dini, maka layanan pada anak harus berkualitas. Tidak hanya pada layanan pendidikan, tetapi layanan kesehatan, kependudukan, sosial, dan lainnya.

Untuk mewujudkan PAUD berkualitas di KTT, dibutuhkan partisipasi dan peran serta berbagai pihak dalam pembinaan, penyelenggaraan serta pengembangan layanan.

Adapun, salah satu program yang dicanangkan untuk mewujudkan PAUD Berkualitas berupa PAUD Holistik Integratif (HI). Mencakup perawatan, pengasuhan, kesehatan gizi, pendidikan, perlindungan dan kesejahteraan anak usia dini. Dengan PAUD HI, layanan anak pada berbagai aspek tersebut dapat dipenuhi.

“Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan dapat menggali isu terkini dan masalah berbasis data yang dihadapi. Dalam mewujudkan PAUD Berkualitas,” tutur Vamelia.

Berangkat dari masalah yang dihadapi tersebut, disusun program dan kegiatan penanganannya pada organisasi perangkat daerah terkait. Tim Pokja PAUD melakukan fasilitasi, advokasi, monitoring hingga evaluasi terhadap pelaksanaan program tersebut.

Berbagai masalah yang mengemuka dalam kesempatan tersebut. Seperti menurunnya partisipasi anak mengikuti PAUD. Pihaknnya mencatat, tahun 2020, sekitar 53 persen anak usia 4-6 tahun belajar di PAUD. Di tahun 2021 ini menurun menjadi 44 persen.
Penurunan angka partisipasi ini, tambah dia, karena kebijakan belajar dari rumah. Akibat pandemi Covid-19, telah menempuh pendidikan di jenjang sekolah dasar, dan faktor lainnya.

Untuk meningkatkan angka partisipasi tersebut, maka dilakukan berbagai upaya. Mulai pemenuhan standar pelayanan minimal dengan wajib PAUD satu tahun pra SD. Disertai pemberian perlengkapan dasar, hingga peningkatan wadah kreativitas peserta didik melalui Gebyar PAUD.

Bunda PAUD pun mendorong peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan. Mulai dari kualifikasi, kompetensi, kesejahteraan hingga perlindungan. Pada aspek kesehatan, ia mendorong peningkatan konsumsi makanan sehat, bergizi dan berkualitas bagi anak usia dini. (*/mts/uno)