TARAKAN – Tim SAR gabungan lakukan pencarian di hari kedua, kemarin (14/11), terhadap dua korban diduga tenggelam di muara PT Idec Abadi Wood Industries (AWI), namun belum berhasil ditemukan.

Tim SAR hanya menemukan barang pribadi korban, berupa tas, hasil perikanan, kursi speedboat dan jeriken minyak. Kini sudah diamankan di Satuan Polair Polres Tarakan. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tarakan Amiruddin melalui Kasi Operasi Dede Hariana mengakui, sudah mengerahkan dua armada dalam proses pencarian. Kapal Rigid Inflatable Boat (RIB) bertugas menyusuri perairan di area yang paling luas. Sementara perahu Sea Rider, menyisir pencarian korban dipesisir di sekitar pohon bakau serta di rawa.

“Pencarian kita fokuskan dititik LKP (Lokasi Kejadian Perkara) sejauh 500 meter. Bekerjasama juga dengan masyarakat, Ditpolairud Polda Kaltara dan Polair Polres Tarakan,” jelasnya.

Namun, Dede belum bisa memastikan speedboat yang dibawa kedua korban ini, tenggelam atau tidak. Termasuk adanya dugaan tindakan kriminal. “Dari kepolisian yang bisa menjelaskan. Kami hanya fokus dalam pencarian korban,” ungkapnya.

Serpihan speedboat korban juga belum ditemukan tim SAR gabungan. Rencananya, dalam pencarian hari ketiga, pihaknya akan memperluas pencarian hingga 1 Nautical Mile (NM) dari LKP di muara PT Idec AWI.

Sementara itu, Kapolres Tarakan Fillol Praja Arthadira melalui Kasat Polair Polres Tarakan AKP Kamson Sitanggang mengatakan, sebelumnya telah menerima laporan dari Anak Buah Kapal (ABK) tugboat yang melintas di perairan tersebut. Bahwa ada jenazah yang mengapung sekitar pukul 20.00 Wita, Sabtu malam (13/11).

“Kami menindaklanjuti dengan menurunkan personel ke lokasi, untuk melakukan evakuasi. Setelah diidentifikasi, jenazah ini diketahui bernama Agusliansyah berusia 38 tahun,” terangnya.

Setelah itu, pihaknya kembali mendapat informasi masih ada dua korban Arfan (33) dan Riski (29) yang masih dicari keluarga korban. Kronologis awal, ketiga korban disuruh mengambil hasil perikanan berupa udang di Tanjung Pasir. Usai mengambil udang, keluarga korban sudah tidak bisa menghubungi ketiganya.

Terkait adanya dugaan ketiganya menjadi korban perampokan, kepolisian masih mengumpulkan keterangan saksi dari pihak keluarga korban maupun ABK tugboat. “Saat kejadian malam itu, cuaca baik. Tidak ada gelombang, angin kencang atau hujan. Untuk barang yang ditemukan sekitar LKP berupa jeriken dan kursi speedboat bagian belakang. Untuk dua orang korban lain masih dalam pencarian. Kami juga masih menyelidiki kejadian ini,” pungkasnya.(sas/uno)