TARAKAN – Di antara empat pilar fungsi Bea Cukai, adalah revenue collector yakni sebagai penerimaan negara. Terkait hal itu, Kantor Bea Cukai Tarakan juga dibebankan target dari Pemerintah Pusat.

Hingga Oktober tahun ini, Kantor Bea Cukai Tarakan telah melampaui target penerimaan negara. Dari target 5.251.125.000, telah terealisasi Rp 22.519.107.208.

“Atau kalau dipersentasenya 428,84 persen. Ini luar biasa karena belum akhir tahun, masih sampai dengan akhir Oktober kita sudah melampaui 4 kali lipat dari target kami,” ujar Kepala Kantor Bea Cukai Tarakan Munhajuddin Nafsah kepada awak media, Kamis (11/11).

Namun, jika dibandingkan tahun lalu, capaian itu dinilai masih di bawah karena pada 2020 mencapai kurang lebih Rp 30 miliar. Hanya, capaian tahun ini belum sampai Desember.

Dengan melihat geliat ekonomi tahun ini yang semakin membaik termasuk harga komoditas ekspor yang sangat mendukung khususnya Crude Palm Oil (CPO) dan produk turunannya, Minhajuddin Nafsah optimis sampai dengan akhir tahun bisa melampaui capaian 2020 lalu.

Adapun penyumbang penerimaan negara terbanyak disumbangkan dari bea ke luar atau ekspor dengan capaian Rp 21,15 miliar. Penyumbang terbesar datang dari ekspor palm kernel dan CPO kurang lebih Rp 20 miliar. Selebihnya ekpor kayu olahan seperti Meranti dan serbuk kayu.

Ada juga hasil ekpor Kaltara yang tidak kena bea ke luar. seperti ekspor batu bara. Meskipun secara devisa maupun tonase dinilai paling tinggi, akan tetapi untuk bea keluar tidak ada. Meski demikian, pihaknya tetap melakukan asistensi dan dukungan terhadap industri batu bara untuk mempermudah pelaku batu bara dalam mendapatkan layanan terbaik dari Bea Cukai Tarakan.

Sementara penerimaan dari bea masuk mencapai Rp 1,85 miliar. Paling banyak disumbang dari impor batu siping dari Malaysia, spare part, maupun box styrofoam untuk mendukung ekspor hasil perikanan Kaltara.

Ke depan, pihaknya sedang mengupayakan agar ekspor langsung dari pelabuhan Malundung Tarakan bisa lebih maksimal. Karena itu, pihaknya akan mencoba menggali potensi ekspor yang perlu dikembangkan.

Minhajuddin Nafsah mencontohkan seperti rumput laut, maupun produk pertanian lainnnya yang banyak diperlukan negara tetangga. Namun ia mengharapkan dukungan pihak terkait lainnya untuk mencapai tujuan tersebut.

“Perlu dukungan dari semua pihak bagaimana UMKM ini bisa kita berdayakan semaksimal mungkin. Kadang produk mereka ini banyak tetapi bingung untuk dipasarkan ke mana. Ini adalah potensi yang besar, tugas berat kami bersama,” tuturnya. (mrs)