TARAKAN–Korban yang diduga diterkam buaya, Alam (27), ditemukan meninggal di perairan Mangkudulis, Kabupaten Bulungan, sekitar pukul 15.13 Wita, kemarin (11/11). Namun, tidak ditemukan tanda-tanda luka karena serangan binatang buas pada tubuh korban.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tarakan Amiruddin melalui Kasi Ops Dede Hariana mengatakan, penemuan korban ditemukan sejauh 8 nautical mile(NM) dari lokasi kejadian perkara (LKP) di Perairan Mangkudulis, Bulungan. Tim pencarian gabungan terdiri dari SAR Tarakan, Direktorat Polairud Polda Kaltara, Polair Polres Tarakan, serta masyarakat. Jasad Alam ditemukan dalam kondisi tubuh yang utuh.

"Jadi tidak ada anggota badan yang terluka akibat terkaman buaya. Korban langsung dievakuasi melalui Pelabuhan Tengkayu II Tarakan dan diserahkan ke keluarga korban," tegasnya.

Dia menduga korban tenggelam dan terbawa arus sungai di perairan Mangkudulis. Sebab, pihaknya juga tidak menemukan jejak-jejak perlintasan binatang buas. Setelah menyusuri jalur sungai dan pengamatan di sekitar tambak milik keluarga korban. "Di situ memang banyak sungai kecil, rawa dan aktivitas orang mencari ikan dan kepiting. Juga banyak tambak dan peternak," jelasnya.

Dalam proses pencarian, rigid inflatable boat(RIB) milik kantor SAR Tarakan tidak bisa masuk dalam perairan tersebut. Sebab, debit air sungai sedang tidak pasang. Namun, dari pemetaan pencarian korban, tidak terlalu jauh dari yang sudah disusun. "Korban ditemukan di dekat pohon nipah. Diduga sempat terbawa arus sungai," tuturnya

Faktor cuaca karena hujan deras menghambat selama proses pencarian. Selain itu mewaspadai ancaman binatang buas. Sehingga membuat tim gabungan harus bekerja ekstra. "Kami mengimbau pada nelayan agar lebih waspada lagi. Khususnya saat beraktivitas malam hari. Ditakutkan ada hewan berkeliaran dan jangkauan mata terbatas," pesannya. (kpg/sas/dra/k8)