WARGART 07 Kelurahan Mamburungan, Tarakan Timur, Alam (27) masih dalam proses pencarian Tim Search and Rescue (SAR) gabungan. Pasalnya, korban diduga hilang saat beraktivitas di pertambakan, Mangkudulis, Kabupaten Bulungan sekitar pukul 21.00 Wita, Selasa lalu (9/11).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tarakan Amiruddin mengatakan, keluarga korban mendatangi Kantor SAR Tarakan, untuk melaporkan kejadian tersebut sekitar pukul 08.30 Wita, kemarin (10/11). Diduga korban telah diterkam buaya saat akan memanen udang dan ikan di pertambakan. 

“Jadi Alam beserta keluarga memanen udang dan ikan. Korban saat itu mengikat trawl dipintu tambak seorang diri. Tiba-tiba terdengar hantaman air,” ungkapnya, kemarin (10/11).

Mesti keluarga korban berada di dalam pondok, bunyi hantaman air sangat terdengar jelas. Saat akan dicek oleh keluarga, Alam sudah tidak ada di sekitar tambak. Berdasarkan bunyi hantaman air, keluarga menduga korban diterkam buaya.

Upaya pencarian masih dilakukan tim SAR gabungan. Jarak tempuh antara kantor SAR dan Lokasi Kejadian Perkara (LKP) sejauh 2 jam. Keluarga korban juga turut mencari Alam di sekitar tambak. Enam personel SAR juga dilengkapi dengan senjata tajam (sajam). Sebagai alat untuk pertahanan diri, jika diserang oleh hewan buas. 

“Kita juga dilengkapi 1 unit Rigid Inflatable Boat (RIB). Tidak ada kendala dalam proses pencarian. Gelombang laut hanya 0,5 hingga 1 meter,” tuturnya. 

Ia menjelaskan, teknis pencarian korban diduga diterkam buaya akan menyusuri area pertambakan hingga sungai. Selain itu, memantau nantinya ada potongan tubuh korban. Mesti standar pencarian dilakukan selama 7 hari, pihaknya berharap korban bisa ditemukan dalam waktu dekat. 

“Mudahan dalam kurun waktu 3 hari bisa ketemu. Kami juga akan menyisir pertambakan dan sungai,” ujarnya.(sas/uno)