TANJUNG SELOR - Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi semakin berkembang pesat. Informasi yang terjadi di dalam atau luar daerah, dapat tersiar begitu cepat. 

Akan tetapi, media sosial (medsos) juga dapat menunjukkan sisi negatifnya jika digunakan dengan tidak bijaksana. Medsos dianggap sebagai pelopor upaya perwujudan demokrasi, tetapi di sisi lain dapat memicu konflik hingga perpecahan. Generasi milenial merupakan salah satu pengguna aktif medsos saat ini, termasuk di Kalimantan Utara (Kaltara).

“Untuk menyikapi kondisi itu, penting bagi kita sebagai masyarakat memahami aturan yang baik dan benar dalam bermedia sosial,” terang Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara Suriansyah, Sabtu lalu (6/11).

Seminar dan pelatihan yang bertajuk ‘Memunculkan konten Islami yang positif di internet melalui generasi milenial’ telah digelar 6-7 November. Menghadirkan wakil Atase Pers Kedutaan Amerika Serikat Nicholas Geisinger, sebagai salah satu narasumber.

Melalui Sekprov, gubernur berpesan kepada peserta untuk serius mengikuti seminar dan pelatihan ini. Karena kegiatan ini menghadirkan narasumber yang berkompeten. Sehingga diharapkan pembekalan yang diterima dapat diaplikasikan pada kehidupan bermasyarakat.

Ia mengharapkan sebagai generasi muda yang mengikuti perubahan dan perkembangan zaman. Generasi muda digital di Kaltara harus jeli memanfaatkan teknologi dan ikut andil, dalam pemberantasan penyebaran berita hoaks.

“Semoga setelah ini, saudara-saudara bisa memberikan konten-konten positif di media sosial dan hindari hoaks. Semoga kita juga bisa membimbing masyarakat sekitar untuk berdaya saing. Demi kemajuan ilmu pengetahuan teknologi. Sesuai dengan aturan yang ada,” harapnya. 

Program pendidikan gratis tersebut memperkenalkan tentang Amerika dari berbagai sisi. Pembelajaran yang diberikan meliputi jurnalisme media, politik, perbatasan, dan pariwisata. Madrasah Digital terselenggara di beberapa daerah, tujuannya memberikan edukasi masalah literasi.(ahy/dkisp-kaltara)